SINTA MUA sudah selesai meriasku. Kini aku duduk di ruang tamu untuk menunggu keluarga Mas Beni datang. Lima menit yang lalu aku telpon, sudah di jalan menuju kemari. Oke. Aku tenang. Lagian aku percaya Mas Beni pasti akan datang. Hanya pria bodoh yang mau meninggalkan aku, secara aku ini cantik dan seorang PNS. Kecuali aku tidak berpendidikan dan miskin seperti Nura. Ya tidak pantas dapat pria seperti Mas Beni. Terbukti Tuhan memberinya jodoh yang payah juga seperti dia. Seorang kuli panggul di pasar. Cocok deh mereka berdua. Hidup tidak akan ada peningkatan. Susah seumur hidup. Hahaha! Yang pasti dapat dipastikan hidupku akan lebih cerah dibandingkan Nura. Soalnya PNS dapat PNS. Mas Beni PNS dan aku juga PNS. Melihat aku sudah duduk di ruang tamu, beberapa temanku yang aku undang, d

