"Pras! Kau urus mereka!" perintah Kenan dingin. "Ampun, Tuan. Tolong maafkan kami," ucap Niken penuh harap. "Maafkan kami, ampuni kami, Tuan," ucap Rein mengiba. "Tuan, kau sudah janji mengampuni saya. Dan ...." "Kalian harus di hukum atas dosa yang telah kalian lakukan! Pras, kau urus mereka segera!" perintah Kenan dingin sambil melangkah membawa Kinanti yang sejak tadi terdiam. ~~~~ Kinanti menepis kasar tangan Kenan yang menggenggamnya dan menatap pemuda itu dingin. Tatapannya begitu tajam seperti harimau yang hendak memangsa. "Kenapa kau mengumumkan pada mereka? Kau tahu kita akan bercerai, masih berani mengumumkan!" kesal Kinanti. "Jika aku tidak mengumumkannya, mereka akan terus menindas dan menghinamu. Kau pikir aku senang melihatmu diperlakukan seperti itu? Apakah aku harus

