mengutarakan cinta

1095 Words
tok tok tok " masuk " teriak seseorang di dalam sana. ceklek "permisi dok, saya mau kasih data pasien yang akan di operasi nanti ." kata fayna yang menyodorkan data pasien yang berada di map biru tersebut. dokter itu pun langsung mengambil dokumen data tersebut dan membacanya dengan teliti . " silahkan duduk dokter fayna ," ucapnya ramah meski wajahnya datar seperti es balok. dokter fayna pun duduk berhadapan dengan dokter fadli yang tak lain kepala direktur rumah sakit itu, dia juga pemilik rumah sakit tersebut, fadli dan reyhan adalah saudara yang di mana fadli adalah kakaknya reyhan yang terpaut selisih hanya 3tahun . " ok , pasien ini menderita kangker rahim dan masih stadium 2, dan yang menangani operasi nanti dokter fayna dan dokter reyhan , begitu.?" tanya dokter fadli. " betul dokter ." jawabnya " terus dokter reyhan ada dimana?? , ini kan waktunya jam makan siang selesai ,dan seharusnya dia saat ini ada dirumah sakit kan ??" tanya dokter fadli. " oh itu.... tadi dokter reyhan ijin dokter akan tiba dirumah sakit telat, sepertinya tadi ada urusan mendadak dan katanya darurat ." jawabnya jujur dan merasa takut karena tatapan dokter fadli yang sangat tajam itu. dokter fadli hanya menyimak jawaban dokter fayna dan mengkerut keningnya , " tumben , anak itu telat datang setelah makan siang, kemana anak itu???" batin dokter fadli " oke kalau gitu, tapi tolong kamu hubungi dokter reyhan sebelum jam 2 harus tiba dirumah sakit ini , dan beritahu juga kalau jadwal dia operasi jam 3 sore. saya takut dia akan lupa." katanya datar. " baik dokter , saya akan hubungi dokter reyhan. " jawabnya dokter fayna. " baiklah, kalau gitu kamu bisa pergi dari ruangan saya ," kata dokter fadli " ya sudah kalau gitu dokter, saya kembali keruangan saya dulu." pamit dokter fayna lalu dia bergegas berdiri dan menuju ke ruangannya. " hufhh ... dokter fadli memang cowok kutub sedunia, ngomong nya datar dan dingin banget ,beda sama adiknya yang ramah, murah senyum dan baik. hhufffhh menyebalkan banget" gerutu fayna setelah keluar dari ruangan dokter fadli, dan kini fayna menuju keruangannya serta memanggil perawat yang nanti ikut serta operasinya . di tempat lain amel dan reyhan pun sudah menyelesaikan makan siangnya dan kini mereka pun terlihat mengobrol santai sambil melihat pandangan yang menurut mereka sangat indah. " ehm . rey sebenarnya kamu mau ngomong apa sih , aku penasaran rey dari tadi kamu gak ngomong serius gitu sama aku .?" tanya amel reyhan pun semangkin gugup untuk mengutarakan cinta nya kepada reyhan , apalagi ini kedua kalinya dia menyatakan cintanya ,setelah dulu kekasih pergi entah kemana sampai sekarang pun dia belum mengetahui pasti keberadaannya , dia juga belum memutuskan kekasihnya yang sudah hampir 2 tahun hubungannya menggantung hingga akhirnya reyhan pun memutuskan sepihak kalau diantara dia dan kekasihnya dulu sudah berakhir. " mel boleh aku tanya sesuatu sama kamu ?" reyhan bukan menjawab pertanyaan amel justru dia balik bertanya . " kamu ini ya rey, aku tanya eh malah kamu tanya balik. ya udah kamu mau tanya apa?" ketus amel . " seandainya kamu di cintai seseorang lalu orang itu mengutarakan cinta ke kamu , apa kamu menerimanya ?" tanya reyhan dengan nada hati hati. " ya tergantung lah rey, siapa orang itu, dan seandainya aku juga mencintai orang itu aku pasti akan menerimanya ,tapi sebaliknya kalau aku tidak mencintai orang itu , ya maaf aku gak bisa , mungkin hubungannya akan hanya sebagai batas teman saja." jawab amel dengan serius . " mel seandainya aku mencintai kamu apa kamu mau menerima aku sebagai kekasihmu ?" tanya reyhan menatap wajah cantik amel dengan serius. "mak,,,sud kamu rey .?" tanya amel. bukannya amel bodoh dengan ucapan reyhan tadi ,hanya saja dia takut, apa yang dikatakan reyhan tadi, dia takut akan menyakiti wanita yang sangat mengharapkan cinta reyhan, wanita itu yang sangat di sayangi oleh amel yaitu fayna , adiknya sendiri. " maaf mel kalau aku terkesan terburu buru , aku hanya mengutarakan isi hati ke kamu, mel." reyhan pun meraih tangan amel lalu dia pun menggenggamnya dengan sangat erat."mel, aku mencintaimu sejak pertama kali aku melihatmu , aku serius dan tulus kepadamu mel ." ucap reyhan dengan menatap lekat wajah amel . " mel , apa kamu mau menjadi kekasihku, bahkan aku ingin kita taaruf mel, agar aku bisa memilikimu seutuhnya ." ucapnya lagi dengan nada serius. amel pun langsung menarik kembali tangannya . "rey maaf kita bukan muhrim , rey aku......" jawab amel menggantung " ya allah, bagaimana ini , aku juga merasakan hal sama seperti reyhan , tapi aku gak bisa melihat adikku kecewa, atau pun sedih, adikku mengharapkan cinta reyhan ,meski aku sendiri mengharapkan hal itu, ya allah aku sangat bingung." batin amel sambil menundukkan kepalanya dia tidak berani menatapnya. " mel , katakan apa kamu juga mencintaiku,? " tanya reyhan dengan tidak sabar dengan jawaban amel. kini amel pun langsung menatap wajah reyhan dengan lekat, amel tau bahwa sorot mata reyhan tulus , tapi dia pun gak ingin menyakitkan adiknya jikalau dia menerima taaruf dari reyhan. amel pun menghembuskan nafasnya dalam . " rey , maafkan aku rey, bukannya aku menolak taarufmu tapi aku takut akan ada yang tersakiti, aku gak mau menjadi wanita yang begitu mengecewakan nantinya. " ucap amel dengan nada lembut dan hati hati. "siapa yang akan tersakiti mel, ? " tanya reyhan dengan nada sedikit tinggi. " rey , ada wanita yang lebih mengharapkanmu daripada diriku, aku wanita yang gak ingin melihat wanita lain sakit hati karena diriku, rey maafkan aku, kalau gitu aku permisi dulu ,karena ini sudah waktu aku harus ke butik , permisi, assalammualaikum " ucap amel , dia gak ingin terus berada bersama reyhan , dia takut kalau dia tidak bisa menahan air matanya yang sudah dari pelupuk matanya. dia pun berlari dan menuju arah mobilnya yang terparkir. hiks hiks hiks "rey, aku tau kamu pasti sedih dengan apa kataku tadi, tapi aku minta maaf rey, aku hanya wanita yang begitu menyayangi adikku, aku gak ingin adikku kecewa sama aku, meskipun hatiku sangat sakit ketika aku menolak dirimu rey," batin amel pun menangis , lalu dia pun menyalakan mobilnya menuju butiknya, dia ingin mengalihkan kesedihannya dengan bekerja lembur nantinya. setelah amel pergi kini tinggallah reyhan di tempat itu. setelah mendengar jawaban amel tadi, hatinya merasa sakit karena amel menolak taaruf darinya , kini dia pun masih melamun dan menatap kepergian amel serta mobilnya kini menghilang. " mel , kenapa kamu menolak taarufku,? apa kalau gitu kamu tidak ada perasaan sama aku.? atau aku terkesan buru buru mengutarakan isi hatiku?, mel aku akan tetap berjuang mendapatkan dirimu, aku akan mendekati fayna adikmu, aku ingin tau pria idamanmu bagaimana mel, aku akan berjuang untuk cintamu ." batin reyhan yang justru dia ingin segera berjuang mendapatkan cinta dari amel melalui fayna . kini reyhan melihat jam tangannya dan terlihat sudah jam 2 siang , dia pun ingat kalau sebentar lagi dia akan melakukan jadwal operasi, sehingga reyhan pun melambaikan tangannya ke arah pelayan lalu menyodorkan atmnya untuk membayar tagihan makanannya. setelah semua beres kini reyhan pun bangkit dari tempat duduknya dan menuju area parkir mobil.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD