" maaf rey ,saya telat, tadi ada kendala di perjalanan." kata amel dan langsung menarik salah satu kursi dan berhadapan langsung dengan reyhan duduk.
reyhan pun yang sedari tadi menunduk karena dia sangat frustasi karena amel yang tak kunjung datang, dan sekarang dia langsung menatap amel yang sekarang tepat berada di hadapannya.
reyhan pun tersenyum mendapati amel yang datang .
" tidak apa mel, aku maklum kok ,yang penting kamu datang aku sudah seneng meski harus nunggu kamu lama " kata reyhan dengan mengembangkan senyumannya yang bikin kaum hawa terpesona kalau melihatnya .
amel yang merasa tidak enak hati hanya mampu bisa mengucapkan maaf dan terima kasih
" maaf ya rey, dan makasih sudah mau mengerti " kata amel dengan lembut dan tersenyum yang sangat manis . bagi reyhan wanita yang ada di hadapannya ini bagaikan bidadari nyata di bumi.
" kamu cantik sekali mel, senyumanmu bikin jantungku berolah raga , kamu seperti bidadari yang di turun kan bumi biar semua orang tau bahwa bidadari itu nyata ." kata batin reyhan yang menatapnya tanpa kedip dan tersenyum .
" ya ampun , rey kau tampan sekali, aku sampai tidak dapat mengenali tadi waktu masuk cafe ini, kamu yang biasanya pake kemeja saja tapi untuk hari ini kami pakai jas warna kesukaan ku rey biru langit " batin amel yang memuji reyhan dan lamunannya .
suasana hening seketika karena mereka saling mengagumi satu sama lain hingga tidak menyadari kalau pelayan cafe itu sudah mendekat diantara mereka.
" maaf mas, mbak mau pesan apa.?" tanya pelayan itu dengan ramah dan menatap mahkluk didepannya itu sepertinya tidak menghiraukan perkataannya. " kayaknya ini orang melamun deh ,hufhhh menyebalkan sekali ini orang, kalau bukan pelangan sudah ku usir dari tadi karena gak menghiraukan aku ada disini " gerutu pelayan itu .
lalu pelayan itu akhirnya melambaikan tangannya di depan mahkluk insan yang di mabuk cinta itu .
" mbakkkk, maaaaasss,, hai ......." kata pelayan itu serta melambaikan tangannya dihadapan mereka.
reyhan dan amel pun sama sama terkejut sekaligus malu karena dia sedari tadi melamun tanpa menghiraukan pelayan itu ,. dan pelayan itu pun sadar kalau pelangannya sudah tersadar dari lamunanya tadi.
" mbak , mass bisa saya bantu, mau pesan apa ??" kata ulang lagi sang pelayan.
" ehhh maaf mbak ya, saya jadi melamun, saya pesan kentang goreng sama juice mangga masing masing 1 ya." jawabnya amel berbata bata karena menahan malu.
" ehm ,baru sadar kalau dari tadi melamun dan mengabaikan aku disini, ya meski aku pelayan juga aku butuh di harga ." gerutunya dalam hati pelayan itu.
pelayan itu hanya mengangguk
" kalau aku pesan jamur crispy aja sama juice sirsaknya lagi masing masing juga 1 ya mbak ." kata reyhan
pelayan itu juga sama hanya mengangguk dan tersenyum ramah .
" kalau gitu di tunggu 15 menit ya mb mas, kalau gitu saya permisi." pamit pelayan itu dengan ramah.
" loh rey memang kamu mau ngomong apa sama aku ?..." tanya amel yang memecahkan keheningan.
" nanti saja mel kita makan dulu ya , nanti aku akan bicara serius sama kamu ." jawab reyhan
" rey kenapa gak ngomong sekarang aja sih, aku penasaraan rey ." kata amel lagi .
" nanti aja , liat tu pelayan tadi sudah bawa nampan yang berisikan pesanan kita ." jawab rey , " kita makan dulu terus aku janji akan ngomong serius sama kamu ." katanya lagi.
"baiklah ." kata pasrah amel .yang memang pada dasarnya dia males debat hal hal kecil.
kini pelayan itu menghampiri meja yang ada 2 orang insan itu . siapa lagi kalau reyhan dan amel.
pelayan itu pun langsung meletakan pesanan itu di atas meja mereka .
" silahkan di nikmati mas mbak .saya permisi dulu ." pamit pelayan itu
mereka hanya mengangguk kepalanya dan tidak lupa dengan senyuman yang selalu terbit di sudut bibir mereka.
.....................
di tempat lain fayna yang habis dari kantin lalu dia menuju keruangannya untuk melihat jadwal operasi dia bersama dokter reyhan dan perawat lainnya. dia juga mempelajari penyakit pasien itu sebelum bertindak operasi.
" jam 3 sore harus sudah ada di ruang operasi ," gumamnya dan dia pun melirik jam tangannya yang berada di tangan kirinya. " sudah jam 1 , dokter reyhan sudah kembali apa belum ya , ehm mending aku keruangan nya aja lah siapa tau sudah ada di ruangannya." gumamnya lagi. setelah berdiskusi dengan dirinya sendiri kini fayna beranjak dari tempat duduknya menuju keruangan dokter reyhan. kini fayna juga sudah sampai di ruangan dokter reyhan.
tok tok tok tok
" tidak ada sautan ya , coba deh aku ketuk lagi " gumamnya lirih.
tok tok tok tok
tetap sama sahutan disana tidak ada , dan akhirnya fayna pun memberanikan dirinya untuk membuka gagang pintu itu.
ceklek
" dokter rey, dokter rey ." teriak fayna yang awalnya hanya menongol kepalanya saja ,kini dia pun langsung masuk saja meski di bilang lancang.
fayna pun mengedarkan pandangannya kesana kemari dan ternyata memang benar reyhan tidak ada ,akhirnya dia pun keluar dari ruangan dokter reyhan dengan gontai. dan disini fayna berada diruanganya yang duduk disofa.
" hufff kemana kau dokter rey, apa kamu ada masalah ya sama kekuargamu " gumamnya lirih dang menbayangkan tidak tidak.
lalu fayna pun mengambil ponselnya yang ada di saku jas kedokterannya.
kini fayna mengetik sesuatu di ponselnya .
@fayna too dokter reyhan cakep, nama yang tertera si ponsel fayna .
" dokter rey ada dimana.?" tanya fayna
fayna pun menunggu balasan reyhan , dan sampai 20 menit berlalu tetap tidak ada balasannya , hingga akhirnya.
tok tok tok
" masuk" teriak dokter fayna dari dalam sana.
" maaf dok menganggu , dokter di tunggu dengan dokter fadli untuk menyerahkan dokumen itu sebelum tindakan selanjutnya .
" ya udah sus, saya kesana sekarang ." jawabnya dengan datar .
perawat itu hanya mengangguk kepalanya dan bergegas pergi dari ruang itu dengan ramah
fayna pun langsung mengambil laporan dokumen itu dan langsung menuju ruangan fadli selaku pertanggung jawab.