Mata Greta memicing saat melihat sebuah motor berhenti di hadapannya. Dari tadi dia memesan ojek online, tetapi belum mendapat satu driver pun. "Gre, gue anter pulang, yuk!" Tanpa membuka helm pun, Greta tahu kalau orang yang di depannya ini adalah Girda. Sebenarnya agak aneh saat mendengar Girda memanggilnya Greta, bukan Alexa. Entah angin apa yang membuat pemuda ini berubah sedikit manis. "Gue janji nggak bakal ngejar-ngejar lo kayak kemarin," lanjut Girda sambil membuka helm dan memasang senyum tulus. Bukan senyum alay seperti biasanya. Greta tampak berpikir sejenak, sebelum akhirnya mengiyakan tawaran Girda. Lagi pula dia malas kalau harus berdiri sendiri di gerbang kampus. Sementara Sisil sudah pulang dengan Dimas sejak beberapa menit yang lalu. Kedua manusia itu benar-benar terl

