27. Aldric Yang Posesif

1287 Words

Pintu kamar Putri Elowen tertutup perlahan, hampir tanpa suara. Namun begitu daun pintu itu benar-benar rapat, senyum yang tadi ia paksakan di hadapan Aldric dan Liora runtuh seketika, seolah tak pernah ada. Tangan Putri Elowen gemetar saat bertumpu pada meja rias. Napasnya memburu, bukan oleh tangis, melainkan oleh rasa terhina yang membakar d**a. Lady Thornhart! Nama itu berdengung di kepala Putri Elowen seperti racun yang dituangkan perlahan ke dalam anggur mahal. “Baik,” gumam Putri Elowen, disertai tawa pelan yang kering dan dingin, “jika kau memilih gadis liar itu …” Ia menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, sorot matanya mengeras. “Kau akan menyesalinya, Aldric!” Putri Elowen meraih lonceng kecil di sisi ranjang. Tak lama kemudian seorang pelayan masuk dan menunduk hormat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD