12. Cinta Manis

1172 Words

Malam ini Aldric tidak datang menunggang kuda. Ia berjalan kaki menembus gelap, mengenakan jubah panjang sederhana, seperti pengelana yang tak ingin dikenali. Namun baru saja ia melompati pagar batu dan menjejakkan kaki pada taman kecil di depan kamar Liora, sebuah tangan asing mencekal tengkuknya dengan kuat dari belakang. “Berhenti!” suara itu rendah dan tegas. “Siapa kau?” Refleks Aldric bergerak lebih cepat daripada pikirannya. Bahu Aldric berputar, sikunya menghantam ringan pergelangan tangan sang penjaga, cukup untuk melepaskan cekalan, tanpa melukai. Sebagai seseorang yang dipersiapkan untuk memikul mahkota, Aldric menghabiskan masa remajanya di barak militer. Yangmana Arven dan Gavin adalah anak buahnya di pasukan kecil militer yang ia pimpin dahulu, kemudian mengangkat Arven me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD