Cahaya pagi merambat pelan menembus celah tirai. Aldric mengerjap, setengah sadar, saat menyadari kehangatan masih melekat di lengannya. Liora. Tanpa sadar, bibir Aldric tersenyum lembut, membelai rambut pirang Liora yang terurai di dadanya dengan napas teratur dan satu tangan menggenggam kain kemeja pada lengannya, seperti yang selalu Liora lakukan setiap kali ia menemani gadisnya itu tidur seolah hal tersebut sudah menjadi kebiasaan kecilnya. Perlahan, Aldric merundukkan wajah, memberikan kecupan ke atas kepala Liora, "Aku mencintaimu, Liora. Sangat!" bisiknya lirih. "Uhm .." Liora bergumam, semakin menyusupkan wajahnya ke depan d**a Aldric yang semakin tersenyum lebar. Tapi kemudian, Liora tiba-tiba membuka kelopak mata dengan ekspresi campur antara terkejut dan pura-pura serius.

