35. Jurang

1298 Words

Liora merundukkan tubuhnya, seakan-akan hendak jatuh ke tanah. Namun di detik itu pula, tangannya bergerak. Cepat juga sangat mematikan. Belati di tangan Liora menyabet, membelah perut, merobek tubuh para penyerang yang mengelilinginya dan ia berputar ringan ke belakang punggung penyerang begitu satu demi satu, tubuh-tubuh mereka roboh ke tanah dedaunan. Sunyi kembali menelan hutan. Liora berdiri dengan napas terengah-engah. Rambut pirangnya kusut dan wajah serta pakaiannya ternoda darah. Liora menyipitkan kelopak matanya, memperhatikan sekelilingnya sambil memanggil, "Maelis ..." "Saya di sini, Lady." Maelis berusaha bangkit, memegangi lengannya yang terluka, merembaskan darah keluar. Dengan cepat, Liora menyobek ujung pakaiannya sendiri, lalu membalut luka di lengan Maelis, "Tah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD