Surrender

2165 Words
"... Cruise???" Suara Selena terdengar sangat terkejut. "Hey, iya ini aku! Bagaimana kabarmu adik bawelku?" tanya Cruise dengan nada setengah menggoda. Krik ... krik ... krik .... Tidak terdengar suara! "Sel???" "Halo?? Sel?!?!" Cruise jadi panik sendiri. Tiba-tiba terdengar suara isak tangis di seberang sana, membuat hati Cruise yang tadinya panik jadi lega. Ia jarang sekali mendapati Selena menangis dan kini, tiba-tiba saja adiknya terisak. Cruise jadi ikutan terharu. Ia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh Selena. Sekalipun mereka sering saling mengganggu dan bertengkar, tapi bagaimanapun mereka adalah kakak beradik yang saling menyayangi. "Hey, Sel ... kenapa kamu malah menangis, bukankah seharusnya kamu senang aku masih hidup, hm?" Cruise mencoba menenangkan adiknya. "Cruise ... aku sangat merindukanmu!! Kenapa kau baru menelponku sekarang? Apakah kau tau betapa kehilangannya kami semua? Mom, dad! Dan terutama Jillian! Kau tidak ada kabar sama sekali, kami berpikir bahwa kau pasti sudah tewas ketika mengalami kecelakaan pesawat itu!" Selena berbicara tanpa bisa berhenti. Ia sambil menangis mengungkapkan semua perasaannya kepada sang kakak tercinta. "Ketika kami semua sudah bisa menerima kepergianmu, hanya Jillian yang tetap bertahan dengan kepercayaannya! Ia tetap yakin bahwa kau masih hidup, Cruise! Kami semua mengira bahwa dia hidup dalam dunia khayalan ... ia dengan yakin selalu berkata bahwa ... kau masih hidup! Dia bilang ... akan selalu menantimu, bahkan ia tidak mau meninggalkan Montreal dan berharap kau datang ke cafe lagi untuk menjemputnya seperti waktu itu ... sementara ... aku bersama dengan Julian, terus berusaha untuk membuatnya mau ... melanjutkan hidup ... tidak kusangka bahwa yang ia yakini ternyata benar .... " Selena terus bercerita sambil sesekali terisak. Cruise menarik nafas, hatinya begitu terharu dengan keyakinan Jillian terhadapnya. Selena terus menceritakan banyak hal ke Cruise tidak ada yang ia sembunyikan, emosinya begitu meledak-ledak mengetahui bahwa kakaknya masih hidup. "Dia terus menunggumu, Cruise!! Lagi-lagi aku tidak percaya ketika dia berkata bahwa kau menelponnya! Dia bilang sangat hafal dengan desah nafasmu! Katakan benarkah kau yang menghubunginya hari itu?" Selena mulai bisa menguasai dirinya ketika ia sudah puas menangis dan mengungkapkan semua perasaan rindunya kepada sang kakak. Tersungging sebuah senyuman kebahagiaan di bibir Cruise Benedict. Jillian begitu terkoneksi dengan dirinya. Hati Cruise semakin berdebar dan berbunga-bunga, ia jadi merindukan Jillian jika sudah begini. "Ya, itu memang aku, Sel. Dia ternyata begitu mengenalku. Lalu kemana dia sekarang? Aku ingin berbicara dengannya ..." ujar Cruise kemudian. Selena langsung terdiam. "Ehm, dia belum pulang ...." Selena tidak berani melanjutkan kalimatnya.  Ia tidak ingin sang kakak khawatir ketika mengetahui bahwa ada Reyes yang terus berusaha mendekati Jillian dan ia ternyata mendukung Reyes selama ini! Ah! Selena jadi merasa seperti seorang pengkhianat bangsa jika sudah begini! Habis, siapa yang bisa menyangka bahwa ternyata Cruise masih hidup dan keyakinan Jillian selama ini benar? "Apakah dia sedang bersama dengan Reyes?" tanya Cruise tiba-tiba. Jantung Selena hampir saja putus mendengarnya! "Da-darimana kau tau?" tanya Selena kaget. "Hm ... jadi benar?" gumam Cruise lirih. "Tidak, Cruise! Itu tidak seperti yang kau pikirkan! Sampai detik ini, Jillian masih menantimu! Dia terus menolak Reyes sekalipun Reyes terus berusaha mendekatinya bahkan ketika Reyes siap menerima bayi dalam kandungannya!" jelas Selena. Kini giliran Cruise yang tersentak. "Reyes ... mau menerima bayi dalam kandungan Jillian?" "Eh, iy-iya ...." Selena jadi menggigit bibirnya! Keliatannya ia keceplosan banyak sekali. "Ehm, aku akan mengatakan pada Jillian bahwa kau ternyata benar-benar masih hidup! Katakan kau ada di mana, Cruise? Kapan kau akan kemari?" tanya Selena dengan nada tidak sabar. Ia benar-benar merindukan sang kakak. Cruise terdiam. Ia jadi tidak tau harus bagaimana jika sudah begini. Kondisinya yang lumpuh dan tidak tau kapan bisa berjalan kembali, membuatnya jadi tidak yakin dengan keinginannya untuk bertemu dengan Jillian. Sanggupkah ia mendampingi kekasih yang sangat ia cintai itu atau jangan-jangan Jillian lah yang akan kerepotan mengurusnya nanti? Dan bayi itu? Ah! Bagaimana ini? Reyes bisa menerimanya sementara ia tidak! "Selena, jangan katakan pada Jillian jika aku masih hidup! Aku akan menemuinya sendiri jika saatnya sudah tepat ...." jawab Cruise akhirnya. "Hah? Apa maksudmu, Cruise? Dia sangat mengharapkanmu!" Selena jadi bingung. "Selena, ini rahasia antara aku dan kau! Aku ... dalam kondisi ... lumpuh sekarang ... keadaanku tidak memungkinkan untuk menemui Jillian saat ini ... dan ... " Suara Cruise semakin lirih, ia sangat benci dikasihani dan mengakui kondisinya yang seperti ini, ia benar-benar merasa hancur dan malu. "Ka-kau ... lumpuh???" Selena kembali terisak mendengarnya. "Cruise!! Katakan kau ada dimana? Aku akan menjemputmu!" Selena sudah tidak lagi bisa menahan perasaannya.  Mendengar sang kakak kesayangan lumpuh, ia jadi khawatir, siapa yang akan mengurusnya? "Aku ... ada di Lunenburg, Sel. Tinggal bersama dengan keluarga yang telah menyelamatkanku ketika aku terapung di tengah laut ...." jawab Cruise. "Lunenburg? Baiklah, aku dan Julian akan menjemputmu!" "Tidak!! Jangan, Sel! Aku ... tidak ingin Jillian curiga dan ikut denganmu ...." Terdengar tarikan nafas berat Cruise di seberang sana. "Lalu bagaimana? Siapa yang akan merawatmu di sana?" tanya Selena cemas. "Sebenarnya keluarga di sini sangat baik padaku ... mereka mengobatiku dengan obat tradisional mereka dan ... sebenarnya aku sudah akan bisa berjalan beberapa minggu ke depan, tetapi karena aku tadi mencoba berdiri, akhirnya tulang kakiku retak dan kali ini penyembuhannya akan memakan waktu lama," jelas Cruise dengan nada penuh penyesalan. Astagaaa!! Selena seketika menutup mulutnya. Mendengar musibah yang dialami kakaknya, Selena benar-benar tidak bisa membayangkan, bagaimana kakaknya yang perfeksionis itu bisa menjalani hidup dalam kondisi cacat. Cruise pasti akan sangat minder dan terpukul. "Aku akan menghubungi mom and dad untuk mengatakan bahwa kau masih hidup! Mereka sangat berduka mendengar kabar kecelakaanmu!" ucap Selena. "Yah, terserah kau saja ... asal jangan sampai Jillian tau ...." ucap Cruise. "Cruise, Jillian berhak tau, dia pasti akan bersedia menerima keadaanmu ...." jelas Selena. Ia merasa kasihan dengan sahabatnya itu, ia terus menanti Cruise sementara yang dinanti malah menunda menunjukkan batang hidungnya. Menurut Selena, ini ... sangat tidak adil bagi Jillian. "Sel, dia sedang hamil, bukan? Dan kehamilannya semakin besar, apakah menurutmu aku adalah pria semacam itu? Membiarkan wanita yang aku cintai merawatku sementara dia sedang hamil dan aku pun tidak bisa melakukan apapun untuknya?" Cruise merasa rumit dan sangat bersalah ketika ia mengatakan hal itu. Ingin rasanya ia bisa memutar waktu dan menghentikan perselisihan soal kandungan Jillian. Seandainya saja ia bisa menerima kehamilan Jillian seperti Reyes menerimanya, pasti hasilnya tidak akan seperti ini ... tapi ... semuanya sudah terjadi dan kini waktu tak bisa diputar kembali ... Kondisinya yang cacat hanya akan menjadi sumber belas kasihan bagi Jillian. "Sel, apakah Jillian bahagia bersama dengan Reyes?" tanya Cruise lirih. Jujur saja, hatinya merasa sakit ketika menanyakan hal itu. "Belum ada tanda-tanda seperti itu, Cruise. Kau tau bahwa kekasihmu itu sangat keras kepala, bukan? Ia selalu berusaha menolak Reyes sekalipun Reyes berkali-kali sudah menunjukkan keseriusannya. Jika dia boleh berharap, dia masih ingin bersamamu sekalipun kau tidak bisa menerima kehamilannya," jelas Selena lagi. Cruise memejamkan matanya! Ia benar-benar merasa jadi seorang pecundang. "Kondisiku tidak memungkinkan untuk membahagiakannya, Sel. Jika terjadi sebuah mujizat, mungkin aku akan datang menemuinya suatu saat nanti ...." ucap Cruise. "Kau terlalu sibuk berpikir sendiri, Cruise! Lalu apa maksudmu dengan menelponnya kemarin?" "Ketika itu, aku hanya ingin memberi kabar padanya bahwa aku masih hidup, tapi ... mendengar suara Reyes aku jadi mengurungkan niatku. Aku pikir Jillian mungkin sudah merajut hubungan baru dengannya." "Yah, Reyes juga sama keras kepalanya dengan kekasihmu itu, semakin Jillian menolak, semakin keras ia berusaha! Hhhh! Mereka lebih terlihat seperti  Tom and Jerry dibanding sebagai partner kerja apalagi sepasang kekasih," ucap Selena sambil menarik nafas. "Partner kerja?" Cruise mengerutkan keningnya. "Iya, cafe itu ternyata milik Reyes dan kini Jillian menjadi arsitek yang merenovasi cafe itu, ia tidak lagi menjadi waitress," jelas Selena. Aish!!! Ternyata begitu. Cruise jadi semakin merasa rumit, keliatannya Jillian akan terus berhubungan dengan Reyes jika sudah begini! Namun, ia juga tidak bisa berbuat banyak! Tampil di hadapan Jillian dengan kondisi seperti ini sangat tidak mungkin! "Cruise ..." "Hm?" "Apakah kau rela jika Jillian akhirnya jatuh ke pelukan Reyes? Jika kau tidak berbuat sesuatu dan terus memintaku untuk merahasiakan keberadaan dirimu ... aku tidak yakin bahwa Jillian akan terus bertahan demi menunggumu! Dia harus kau beri kepastian, Cruise! Dia sedang mengandung dan aku tidak setuju jika dia harus menjadi single parent demi menunggumu!" Kali ini Selena meminta ketegasan dari kakaknya. Ia berharap kakaknya tidak bersikap seperti pengecuut. Ia ingin Cruise menemui Jillian dan biarkan Jillian yang memutuskan nantinya. Dengan Cruise bersembunyi seperti ini sungguh tidak menyelesaikan masalah! "Apakah menurutmu Reyes pria yang baik?" Cruise bertanya balik. "Sejauh ini, aku lihat iya. Dia memang memiliki reputasi buruk soal wanita menurut keterangan Jillian. Namun, yang aku lihat, dia kali ini sangat serius mengejar kekasihmu itu! Kau harus bersikap adil padanya, Cruise! Aku yakin Jillian akan mau menerima kondisimu! Dia benar-benar hampir gila ketika mengetahui berita kecelakaanmu itu!" Cruise terdiam. Pikirannya jadi rumit, di satu sisi ia tidak ingin kehilangan Jillian, di satu sisi, ia juga tidak ingin terlihat lemah di depan kekasihnya itu! Dan Reyes? Ia sangat tau kemampuan Reyes dalam menggaet wanita dan kini, pria itu setengah mati mengejar Jilliannya. Hhh! Nafas Cruise jadi sesak sekarang. Ia benar-benar tidak tau harus bagaimana? "Sel, aku tidak ingin menjadi beban bagi hidup Jillian. Jika menurutmu Reyes adalah pria yang baik dan ia benar-benar mencintai Jillian, aku mau kau mendukung mereka," ucap Cruise dengan pedih hati. Ia benar-benar tidak rela ketika mengatakannya. Namun, jelas tidak mungkin jika Jillian mengasuh dirinya dan juga bayinya kelak. Ia pasti akan terlihat seperti pria yang tidak berguna ... "Cruise!! Jangan membuat sebuah keputusan yang bodoh!! Jillian sangat mencintaimu! Aku tidak akan mendukung Reyes jika kau masih hidup! Kau lah harapan Jillian satu-satunya Cruise! Bukan Reyes!" Kali ini Selena nampak jengkel dengan ucapan kakaknya. Tidak ia sangka Cruise akan menyerah seperti ini!! Cinta Cruise benar-benar tidak tahan uji!!! Cruise tidak lagi berbicara. Ia merasa baru saja melakukan sebuah harakiri (bunuh diri ala Jepang). "Baiklah, sampai nanti, Sel! Aku akan menghubungimu lagi nanti!" Tanpa menunggu jawaban Selena, Cruise pun menutup panggilannya sepihak. Butiran bening kembali mengalir di sudut matanya. Kenapa perjalanan cintanya dengan Jillian begini amat ya? Ia bahkan tidak berani memperjuangkan perasaannya sendiri. "Aarrggghhhhh!!!" Cruise berteriak dengan frustrasi sambil memukul kakinya sendiri berkali-kali. Perasaan sakit di hatinya melebihi rasa sakit di kakinya! Tidak disangka ternyata ia harus merelakan Jillian bersama dengan Reyes!! Sungguh tidak masuk akal!!! Tapi apa yang dikatakan Selena benar, Jillian akan melahirkan bayinya dan ... Reyes mau menerimanya, lalu apa yang membuat ia harus keberatan? Perasaan cintanya? Apa gunanya cinta jika ia tidak bisa berbuat sesuatu untuk kekasihnya? Buat apa dia mempertahankan cintanya jika itu hanya akan membebani Jillian ke depannya? Tidak!! Ia bukan pria seperti itu! Cruise menangis tersedu. Suaranya cukup keras untuk didengar oleh Zizi yang berada di luar. Namun begitu, Zizi tidak ingin masuk untuk menanyakan apapun. Cruise pasti sedang mengalami masalah berat dan ini bukan saat yang tepat untuk bertanya apapun padanya. ***** Sementara di lain kota, tepatnya di Montreal .... Selena kembali menangis setelah kakaknya menutup panggilannya. Antara bahagia dan juga sedih bercampur menjadi satu, ia begitu bahagia mengetahui bahwa kakaknya masih hidup, sementara ia juga sedih mengetahui bahwa Cruise ternyata lumpuh dan memilih untuk menyerah dengan cintanya! Selena jadi merasa rumit sendiri! Ia lalu keluar dan menemui Julian yang sedang sibuk bekerja di kamarnya. Melihat kekasihnya datang dengan mata sembab, Julian jadi mengerutkan keningnya. "Ada apa, Sayang?" tanya Julian heran. Tanpa menjawab apapun, Selena segera memeluk kekasihnya itu dan menangis dengan frustrasi di sana. "Sel, katakan ada apa? Kau seperti orang yang baru saja patah hati!" Julian jadi cemas. Tidak biasanya Selena seperti ini, ia adalah gadis yang bawel dan ceria, lalu apa yang membuat gadisnya ini tiba-tiba jadi seperti ini? "Jul, Cruise masih hidup!" Selena melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. "Hah?? Kamu serius?" Julian terlihat kaget. Selena mengangguk. "Lalu kenapa kamu menangis? Itu berita bagus, bukan? Jillian harus mendengarnya!" "Tidak, Jul! Jillian tidak boleh tau bahwa Cruise masih hidup." Selena menggelengkan kepalanya. "Hah? Kenapa?" Ekspresi bingung terlihat di wajah Julian. "Cruise ... lumpuh ... ia tidak ingin Jillian mengetahuinya. Ia bahkan memintaku untuk mendukung Jillian dengan Reyes, Jul!! Ini benar-benar tidak masuk akal!!" Selena berkata sambil kembali menangis. Ia tau Cruise sangat mencintai Jillian demikian juga sebaliknya. Namun, ia juga mengerti bahwa Cruise bukan tipe pria yang bisa dikasihani ... gengsi Cruise terlalu tinggi. Dan benar-benar sebuah keputusan yang tragis ketika Cruise menyerahkan Jillian kepada Reyes. Selena sangat paham bahwa Cruise pun pasti sangat tidak rela ketika mengatakannya. "Kita kunjungi saja Cruise, Sel!" saran Julian. Selena menggeleng. "Dia tidak ingin Jillian tau. Cruise sangat memikirkan kehamilan Jillian dan ia tidak ingin Jillian repot mengurusnya nanti ... Jul, katakan aku harus bagaimana?" Selena menatap wajah kekasihnya dengan tatapan frustrasi. Ini benar-benar sulit bagi Selena! Bagaimana mungkin ia mendukung Jillian bersama dengan Reyes sementara Cruise dan Jillian saling mencintai. Namun, melihat kekerasan hati Cruise yang tidak ingin menunjukkan dirinya ke hadapan Jillian, Selena juga merasa serba salah. Ia sangat yakin jika Jillian tau Cruise masih hidup, sahabatnya itu pasti akan mati-matian memperjuangkan perasaannya. Jillian pasti mau menerima kondisi Cruise seburuk apapun keadaannya, tetapi ... keputusan Cruise itu sungguh membuatnya frustrasi!!!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD