It's me Cruise!

2211 Words
Zach membantu Cruise kembali ke kamar, Zizi yang hendak mengikutinya dicegah oleh Luke. "Kenapa? Apakah kau mengkhawatirkannya? Dia itu pria, tidak perlu terlalu kau manja!" ucap Luke. "Menyingkirlah, Luke! Aku harus memeriksa kakinya setelah ia jatuh tadi!" ucap Zizi. "Dia tidak papa, hanya jatuh begitu saja kenapa kau sangat mengkhawatirkannya, hm? Kau sangat membuatku cemburu, Zi ...." Luke masih berdiri menghalangi langkah Zizi. "Hm ... ada apa ini?" Tuan Zheng Yu yang baru keluar kamar menatap Luke dan juga Zizi dengan tatapan curiga. "Tuan Zheng, menurut saya sangat tidak baik meninggalkan Zizi berdua dengan Cruise selama berhari-hari. Cruise yang lumpuh akan membuat Zizi sangat kerepotan nantinya, apalagi jika Cruise butuh bantuan untuk ke kamar mandi, kasihan Zizi ...." Luke merasa mendapat kesempatan untuk mengungkapkan kecemasannya. Tuan Zheng Yu menatap Zizi seperti sedang memikirkan sesuatu. "Meí, yang dikatakan Luke benar, papa lihat, kaki Cruise sudah mengalami banyak kemajuan, menggunakan tongkat seharusnya tidak masalah dan itu akan sedikit memudahkanmu dalam merawatnya nanti. Ayo, sebaiknya kita lihat sekarang apakah memungkinkan untuk diurut syarafnya malam ini," ajak Tuan Zheng Yu. "Baik, Pa." Zizi mengangguk patuh. Luke nampak tidak puas dengan jawaban Tuan Zheng Yu. Bukan itu yang ia inginkan sebenarnya!! Ia ingin menemani Zizi selama gadis itu merawat Cruise! Demi mencegah hal-hal yang tidak ia inginkan! Tapi .... Dengan sangat terpaksa ia membiarkan Zizi mengikuti langkah Tuan Zheng Yu ke kamar Cruise. Nampak Cruise sudah berbaring di ranjang ditemani Zach. "Sini, biar aku lihat kakimu, Cruise." Tuan Zheng Yu yang tidak mengetahui apapun sebelumnya langsung membuka balutan kaki Cruise, sementara Zach langsung berdiri begitu melihat sang ayah sudah serius akan melakukan proses pemijatan. Cruise hendak mengatur posisinya setengah duduk tetapi segera dicegah oleh Tuan Zheng Yu. "Berbaring saja ...." Tuan Zheng Yu berkata sambil mulai mengamati kaki Cruise. "Ambilkan kain dan air hangat, Mei!" perintah Tuan Zheng Yu. Zizi dengan cepat keluar dan menjalankan perintah sang ayah. "Zizi!" Luke segera mengikuti langkah Zizi begitu gadis itu keluar dari kamar Cruise. Namun, Zizi sama sekali tidak menghiraukan. "Zizi?" Luke mencekal bahu gadis itu. "Papa memintaku untuk mengambil air hangat, jangan sampai jika aku terlambat mengambilkannya, aku akan mendapat marah," ucap Zizi sambil menatap tegas Luke. Pria itu seketika melepaskan cekalannya. Ia akhirnya kembali duduk di ruang tengah sambil menunggu perkembangan selanjutnya. Ia hanya bisa mengamati Zizi yang terlihat sibuk dengan urusannya sendiri. Matanya tak bisa lepas bahkan sampai gadis itu kembali dengan air hangat dalam sebuah baskom beserta kain dan masuk ke dalam kamar Cruise. "Ini, Pa!" Tuan Zheng Yu mengambil kain beserta air hangat itu untuk membersihkan ramuan di kaki Cruise ... namun baru saja ia mengusapkan kain itu sekali .... "Ahhhh!! It's really hurt, Sir!" Cruise dengan reflek menyentuh tangan Tuan Zheng Yu untuk mencegahnya membersihkan lebih jauh. Tuan Zheng Yu seketika menatap Zach serta Zizi bergantian. Ia belum melakukan pemijitan hanya dengan disentuh saja Cruise sudah sangat kesakitan, ia jadi merasa aneh. "Apa yang baru saja terjadi?" tanyanya. "Ehm, tadi dia mencoba berdiri dan jatuh, Pa ...." jelas Zach. Wajah Tuan Zheng Yu seketika jadi cemas. Ia menggelengkan kepalanya secara perlahan. Ia lalu menyentuh dengan perlahan kaki Cruise untuk memastikan analisanya. "Ahhhhh!!!" Cruise nampak meringis hingga keluar air matanya. "Ini tidak bagus!" gumam Tuan Zheng Yu. Hati Cruise jadi cemas seketika. "Cruise, kau tidak boleh berdiri sendiri, kondisi kakimu yang tadinya sudah membaik, kini ... kembali memburuk ... keliatannya tulangmu mengalami keretakan!" ujar Tuan Zheng Yu sambil menggelengkan kepalanya. "Ap-apa artinya itu, Tuan?" Ekspresi Cruise nampak sangat khawatir. "Aku kira aku bisa melakukan pemijitan hari ini, tapi ... ternyata tidak. Kakimu ... harus dirawat ulang," ujar Tuan Zheng Yu. Oh, Tidak! Kepala Cruise terasa pening mendengarnya. Apakah itu artinya dia tidak bisa menemui Jillian dalam waktu dekat? "Apakah hasilnya akan lama?" tanya Cruise. "Patah tulang bisa dipulihkan tapi membutuhkan waktu yang cukup lama, bahkan bisa sampai bertahun-tahun ..." jelas Tuan Zheng Yu. "W-what, Sir?" Cruise mengerjapkan matanya. Bertahun-tahun?? Bukan hanya Cruise yang kaget, Zach dan Zizi juga terkejut. Nampak wajah Cruise bersemu merah dipenuhi oleh aura sedih yang tak terkatakan. Bagaimana dengan Jilliannya? "Cruise ...." Zizi yang melihat itu jadi tidak tega. Pria itu seperti kembali kehilangan gairah hidup. "Apakah tidak ada solusi lain, Tuan?" Manik abu-abu Cruise nampak berkaca-kaca. "Kami punya ramuannya, tapi tetap semuanya kembali ke kondisi tubuhmu. Tulang kita sebenarnya bisa memperbaiki dirinya sendiri tapi jelas membutuhkan waktu untuk bisa sempurna seperti sedia kala. Dengan usiamu yang masih terbilang muda, semuanya masih mungkin terjadi. Kau tidak akan lumpuh selamanya, Cruise. Tulangmu akan kembali normal dengan berjalannya waktu, tapi ... kau harus benar-benar menurut dengan semua nasehat kami," jelas Tuan Zheng Yu. "Apakah jika dibawa ke rumah sakit hasilnya akan sama saja, Tuan?" tanya Cruise. "Sama saja, Cruise. Bahkan pengobatan modern juga sedikit banyak meniru ilmu pengobatan Tiongkok," jelas Tuan Zheng Yu. Cruise merasa dadanya sangat sesak. Ia menarik nafas berat. Ramuan Tuan Zheng Yu memang sudah terbukti bisa membuat kakinya membaik, hanya saja kecerobohannya tadi membuat ia harus mulai dari nol lagi seperti motto pertamina. Dan, kini ia benar-benar menyesal! "Saranku, jangan mencoba untuk berjalan terlebih dahulu sampai kami sudah mengijinkan ...." ucap Tuan Zheng Yu dengan serius. "Bagaimana jika dia akan ke kamar mandi, Pa?" tanya Zach. "Dia tidak boleh ke kamar mandi!" tegas Tuan Zheng Yu. "Lalu?" Zach nampak cemas ketika sang ayah menatap Zizi adiknya. "Baik, Pa. Aku akan merawatnya," jawab Zizi seolah mengerti maksud sang ayah. "Apa kamu yakin?" tanya Tuan Zheng Yu. "Aku pernah merawat mama, 'kan beberapa tahun yang lalu. Kini aku lebih dewasa, jelas aku lebih mampu," jawab Zizi lagi dengan yakin. Ekspresi Zach semakin cemas! Zizi adalah wanita sementara Cruise adalah pria, bagaimana mungkin ayahnya membiarkan Zizi merawat Cruise sampai segitunya? Apalagi Zach tau bahwa adiknya itu menyimpan rasa terhadap pria asing ini! "Baiklah, papa percaya padamu," jawab Tuan Zheng Yu. "Tuan, sebaiknya saya menelpon keluarga saya saja, saya sangat tidak enak jika merepotkan keluarga ini." Cruise jadi merasa risih jika ia harus dirawat oleh Zizi. Zizi sudah terlalu baik padanya! Mungkin ini sudah saatnya ia kembali! "Kami sama sekali tidak keberatan, Cruise. Namun, jika kamu memilih seperti itu, kami pun tidak bisa menahanmu," jawab Tuan Zheng Yu. Nampak wajah Zach terlihat lega. Memang sebaiknya begitu, Cruise toh cepat atau lambat harus pergi dari sini. Sebaiknya ia pergi sebelum meninggalkan luka parah di hati adiknya. "Baik, Tuan. Saya akan mencoba menghubungi keluarga saya," ucap Cruise. "Ok, jadi malam ini adalah malam terakhir kita ya? Maafkan karena aku tidak bisa bertemu dengan keluargamu ketika mereka menjemputmu ...." ucap Tuan Zheng Yu sambil menepuk bahu Cruise dan tersenyum. "Terima kasih, Tuan. Saya benar-benar berhutang budi banyak pada Anda ...." jawab Cruise. "Jangan sungkan. Senang bisa membantumu, Cruise!" jawab Tuan Zheng Yu. Nampak ekspresi rumit di wajah Zizi. Akhirnya ... Cruise pergi juga dan kepergiannya bahkan lebih cepat dari yang ia bayangkan. Baiklah! Mungkin ini yang terbaik. Ia akan berusaha mengatasi perasaan kehilangannya. Perasaan seperti ini, takkan berlangsung selamanya bukan? Ia akan terbiasa sama seperti ketika ia kehilangan ibunya beberapa tahun yang lalu. "Meí, buatkan ramuan untuk patah tulangnya. Sebelum keluarganya menjemput, lakukan perawatan seperti biasa, okay?" ucap Tuan Zheng Yu kepada putrinya. Zizi mengangguk paham dan ia pun keluar untuk membuatkan ramuan. "Kita harus bersiap untuk berangkat, Zach! Panggil anak-anak!" pinta Tuan Zheng Yu. "Haô, Pa," jawab Zach. (Baik, Pa) "Cruise, kami harus berangkat malam ini, jaga baik-baik dirimu, okay? Semoga kakimu cepat pulih," ucap Tuan Zheng Yu yang dibalas ucapan terima kasih oleh Cruise. Tuan Zheng Yu keluar kamar diikuti oleh Zach. Sementara, Luke yang dari tadi menunggu di ruang tamu langsung mengikuti langkah Zizi ke dapur ketika melihat gadis yang diincarnya itu keluar dari kamar Cruise. "Zi, bagaimana akhirnya?" tanya Luke penasaran. "Apanya?" Zizi pura-pura bodoh. "Cruise ... apakah dia akhirnya bisa berjalan?" tanya Luke. Cruise bisa berjalan sungguh makin berbahaya menurut Luke. Zizi bisa saja mengajak Cruise untuk jalan-jalan menikmati pemandangan dermaga. Bagi pria perkotaan semacam Cruise, menikmati pemandangan laut dan dermaga pasti hal yang baru. Ahh! Semua bisa semakin memburuk jika sampai terbangun sebuah perasaan juga di hati Cruise. Sekalipun Cruise terlihat memuja kekasihnya, tapi bagaimanapun juga, Cruise adalah pria normal sementara Zizi adalah gadis polos yang menggemaskan. Mudah sekali dimanfaatkan oleh pria. Apalagi pria itu sangat disukai Zizi. Zizi nampak menarik nafas dan tidak menjawab pertanyaan Luke. Baginya sangat tidak penting menjelaskan apapun ke pria berambut panjang itu. "Luke, Eddy, Simon, Leo, Bill! It's time to go!!" Suara Zach terdengar memanggil orang-orang. Seketika suasana jadi riuh, berangkat menangkap ikan adalah hal yang sangat ditunggu oleh mereka semua. Namun, kali ini semangat Luke tidak bisa seperti teman-temannya yang lain. Hatinya sangat cemas memikirkan Zizi. "Zizi, aku takkan ikut berlayar jika kau tidak menceritakan sesuatu!" ancam Luke sambil menghadang Zizi yang hendak mengambil ramuannya. Nampak Zizi menatap Luke dengan tajam. "Dia akan pergi dan memutuskan untuk dirawat keluarganya," jawab Zizi. "Benarkah?" Ekspresi Luke terlihat senang dan tanpa memperdulikan keberatan Zizi, Luke pun memeluk gadis itu dengan erat membuat sang gadis uring-uringan! "Lepaskan! Beréngsek!" Zizi jadi marah menerima pelukan Luke. Ia dengan cepat membersihkan tubuhnya dengan tangan seolah terkena noda yang susah hilang. Namun, Luke bukannya tersinggung tapi malah tertawa senang. "Apakah aku pria pertama yang memelukmu, hm?" ujarnya dengan ekspresi puas. "Pergilah! Namamu sudah dipanggil Zach!" ketus Zizi. Luke terkekeh dan ia kembali berkata setengah berbisik di telinga Zizi. "Aku pastikan, aku juga akan menjadi pria pertama yang akan menciummu, Sayang ...." bisik Luke membuat Zizi merinding. "Pergi, Luke!!! Aku akan membunuhmu jika kau lakukan itu padaku!" Zizi mendorong tubuh Luke dengan kuat. Wajahnya terlihat merah karena malu dan juga jengkel!! Dicium pria bukanlah hal yang bagus untuk dibayangkan menurut Zizi! Apalagi yang menciumnya adalah seorang Luke!! *Bagaimana jika yang menciummu adalah Cruise?? Zizi seketika menggelengkan kepalanya membayangkan hal itu!! Tidak!! Ia juga tidak mau dicium oleh Cruise jika setelahnya pria itu akan pergi meninggalkannya! Ia tidak ingin bibir atau tubuhnya disentuh oleh pria yang tidak menjadi suaminya! Jadi ... mungkin sebaiknya ia akan memberikan ciuman pertamanya pada sang suami saja nanti, entah siapapun dia! Zizi menarik nafas lega! Yah, benar!! Ia sudah membulatkan tekadnya untuk tidak memberikan akses kepada siapapun untuk menjamahnya. Cukup hatinya saja yang terkoyak gara-gara ia tidak hati-hati ketika bertemu Cruise di malam penyelamatan itu. Namun, setelah ini ... ia tidak akan lagi seceroboh itu. Zizi menghaluskan semua ramuan dan membawanya ke kamar Cruise. Suasana rumah seketika sudah sepi! Mereka semua sudah berangkat menuju kapal. Cruise menatap Zizi yang masuk ke kamarnya. "Zi, apakah aku boleh meminjam ponselmu lagi?" tanya Cruise hati-hati. "Ya, tentu saja ... nanti setelah ramuan ini aku balurkan, aku akan mengambilkannya untukmu ...." sahut Zizi. Cruise mengangguk. Tangan putih Zizi begitu lembut membalurkan ramuan itu ke kakinya. Cruise bisa melihat bahwa Zizi melakukan semua pengobatan dengan sungguh-sungguh. Ia belum pernah melihat ada gadis yang begitu ahli dalam pengobatan tradisional hingga semahir ini. Dan, kemampuan Zizi ini jelas patut diacungi empat jempol. Hal yang sangat sulit dipelajari di jaman teknologi seperti ini. Ketika semua sudah bergantung dengan teknologi modern dunia kedokteran, ternyata masih ada orang yang memiliki kemampuan di bidang pengobatan tradisional. "Apakah banyak gadis sepertimu?" tanya Cruise tiba-tiba. "Hm?" Zizi jadi ambigu dengan pertanyaan yang diajukan Cruise. Ia menatap Cruise berusaha menebak maksud dari pertanyaan pria tampan itu. "Ehm, maksudku, apakah banyak gadis yang memiliki kemampuan pengobatan sepertimu di lingkungan kalian? Mampu membuat ramuan seperti ini dan sama sekali tidak bergantung dengan dunia kedokteran .... ? Jujur saja, aku benar-benar kagum!" ucap Cruise. "Oh! Yah, untuk hal seperti ini, biasanya diwariskan secara turun temurun. Di negara kami, masih sangat banyak yang menggunakan racikan sendiri dibanding pergi ke dokter! Ilmu ini, aku dapatkan dari mendiang mama yang mengajari kami. Aku dan Zach ... kami memiliki ilmu pengobatan seperti ini, hanya saja, Zach kurang tekun dalam hal ini. Sementara papa, papa memiliki keahlian memijat yang luar biasa, beliau bisa menyembuhkan patah tulang dengan pijatannya. Namun, untuk itu dibutuhkan sebuah keberanian yang cukup untuk mampu menahan rasa sakitnya. Kebanyakan orang akan berteriak ketika papa melakukan aksinya," jelas Zizi. "Apakah semua patah tulang yang ditangani oleh Tuan Zheng Yu pasti sembuh?" tanya Cruise. Zizi mengangguk. "Wow! Kenapa kalian tidak membuka balai pengobatan saja? Bisa mendapatkan banyak uang dari sana?" usul Cruise. "Tidak! Papa bilang, untuk hal-hal yang bersifat kemanusiaan, papa akan melakukannya secara gratis. Semua kemampuan yang beliau punya datangnya dari Tuhan, jadi ia tidak ingin menjualnya, ia hanya ingin menjadi perantara Tuhan saja untuk membantu orang lain," ungkap Zizi. Hati Cruise seketika tersentuh mendengarnya. Tuan Zheng Yu memiliki hati yang baik, pantas saja Luke dan yang lain begitu menghormati beliau. Dan, Cruise juga bisa melihat ketulusan dan keihklasan yang terpancar dari Zach dan juga Zizi dalam merawatnya selama ini. "Baiklah! Ini sudah selesai! Aku akan mengambil ponselku dulu! Untuk saat ini kamu harus memanggilku apapun yang terjadi, Cruise! Kau tidak boleh berdiri sendiri atau ... kau takkan pernah bisa sembuh lagi selamanya!" ancam Zizi dengan mimik muka serius. Cruise mengangguk paham. "Aku takkan berani berjalan lagi sebelum ada perintah darimu!" jawab Cruise tak kalah serius. "Bagus!" Zizi lalu keluar dan ia kembali dengan sebuah ponsel di tangannya. "Baiklah, aku tinggal dulu, okay?" Zizi tidak berniat untuk menguping pembicaraan Cruise dan setelah menyerahkan ponselnya, ia pun pergi. Wajah Cruise nampak bersemangat! Ia segera memencet beberapa nomor di sana sebelum ia mendengar suara seorang wanita yang sangat dekat dengannya. "Halo?" "Halo? Selena ... ini aku Cruise!
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD