"Sebentar, aku akan menelepon Ricard!" Clarisa mengeluarkan ponsel dari dalam saku bajunya. Jemarinya mengusap lembut pada layar ponsel, beberapa saat kemudian ia menempelkan benda pintar itu ketika telinganya setelah menekan tombol hijau. Clarisa berdecak kesal. Karena hanya sambungan telepon yang terdengar. Sementara Mac menatap serius kepada gadis itu, menunggu jawaban. "Bagaimana? Bisa, kan?" sergah Mac saat Clarisa menarik ponsel dari dekat telinganya. "Tidak!" jawab Clarisa dengan nada lesu. "Ricard tidak mengangkat panggilanku!" ucap Clarisa cemas. Mac semakin panik. Kekhawatiran tergambar jelas dari wajah lelaki itu. Satu tangannya menyapu wajahnya kasar. Netranya menyapu ke sekeliling gedung berlantai 2 yang terletak tidak jauh dari tempatnya berada. Berharap ia melihat sosok

