Ricard menepuk lembut bahu Clarisa. "Tidak masalah, yang terpenting kita masih bisa menolong meskipun hanya sedikit!" tutur Richard manatap pada Clarisa. Sementara gadis itu menatap pada kepergian Mac dengan wajah kesal yang sulit diartikan. Beberapa saat kemudian Clarisa menoleh pada Ricard. "Tetapi harusnya tidak seperti itu, Rich," gerutu Clarisa. "Kenapa dia lebih mementingkan perasaanya pada gadis itu daripada nyawa orang lain," sesal Clarisa. Sejenak Ricard menatap lekat pada Clarisa. "Sudahlah. Mungkin Mac memang sangat mencintai gadis itu," ucap Richard mengedikan bahunya. Satu tangannya merangkul tubuh Clarisa. "Ayo kita pulang! Kamu tidak perlu risau lagi. Kita pikirkan rencana berikutnya nanti saja," ucap Ricard. _____ Clarisa mendengus berat. Antara kecewa dan senang. Netr

