BAB 31

1004 Words

Sapuan angin bertiup begitu lembut. Menerbangkan dedaunan yang masih tersisa di musim gugur. Mac segera pergi ke rumah Clarisa setelah mendapatkan kabar jika Tuan Pat telah berpulang. Dua hari Mac meninggalkan rumah, karena harus mengirimkan beberapa pesanan ke luar kota Houston membuat lelaki itu melewatkan hari terberat untuk Clarisa. Tiupan halus menyapu pori-pori kulit wajah lelaki yang beberapa saat lalu masih diam mematung menatap rumah sederhana tempat tinggal Tuan Pat. Ada rasa ragu yang berkecamuk, rasa bersalah yang membuatnya merutuki dirinya sendiri. Haruskah tetap melangkah atau tetap diam dan kembali pulang. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Mac melangkahkan kakinya berjalan melewati rerumputan hijau yang tengah bersemi di depan rumah Tuan Pat. Menaiki anak tangga, yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD