Sabar

1052 Words

"Minum," "Nggak!" "Minum Ale," "Ngga mau!" "Ale minum!" Bibir Ale mencebik kesal, matanya sudah berkaca kaca, bahkan anak PMR yang saat itu tengah berjaga di UKS tak percaya bahwa Ale memiliki sisi manja. "Ale gamau minum. Jamu nya pait," pelan lirihnya. Arsen menarik nafas panjang, ia membungkuk agar lebih mudah menatap wajah Ale. "Kamu harus minum Ale, atau nanti perut kamu sakit terus. Minum ya?" Ale melirik enggan pada botol jamu ditangan Arsen, ia sama sekali tidak suka jamu. Tapi kali ini, perutnya tidak bisa diajak berkompromi. "Tapi pait," "Aku janji ini ngga bakalan pait." "Emangnya Arsen pernah minum?" "Jamunya ngga pait, Ale." Akhirnya Tania, anak PMR itu angkat suara. Ikut membujuk agar Ale mau meminum jamu nya. "Minum aja, gue pernah minum kok. Dan rasanya manis.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD