Puncak

1202 Words

"Tunggu sini dulu ya," Ale mengangguk, lalu memperhatikan Arsen yang membuka seatbelt nya. Setelah seatbelt terlepas, pemuda itu tersenyum manis pada Ale lalu menepuk puncak kepala Ale beberapa kali sebelum keluar dan masuk kedalam mini market terdekat. Ale menggigit jarinya, menghentakkan kedua kakinya gemas. Pipinya terasa sangat panas sekarang. “Ya ampun arsennya gue manis banget si,” gumamnya. Cukup lama Ale menunggu, mengamati setiap sudut mobil Arsen yang selalu wangi, hingga matanya menangkap ponsel Arsen yang tergeletak di dashboar . Ale melirik kearah minimarket, ketika tidak melihat keberadaan Arsen, ia mengambil ponsel Arsen, menekan tombol power dan ia terpekik senang ketika menemukan foto candidnya yang entah dapat dapt dari mana dijadikan wallpaper.  Iseng, buka aplik

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD