Chapter 14

3822 Words

Shabrina menggumam pelan dan sedikit menggeliat. Gadis itu perlahan membuka matanya dan menyesuaikan penglihatannya dengan sinar di ruangan tersebut. Kemudian, Shabrina tersentak ketika menyadari bahwa dirinya sudah berbaring di atas sofa dan detik berikutnya, gadis itu bangun dari posisi tidurnya.             Harusnya Victor yang berbaring di sofa tersebut. Harusnya Victor yang tertidur di sofa tersebut. Sepertinya, beberapa saat yang lalu, Shabrina masih melihat Victor tertidur sambil mengigau. Shabrina ingat dia menangis ketika mendengar igauan Victor dan gadis itu menelungkupkan kepalanya ke atas d**a laki-laki itu. Lalu, kenapa sekarang dirinya yang berada di sofa dan tertidur disana? Dimana Victor?             “Udah bangun?”             Satu suara bernada serak dan parau itu membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD