Chapter 11

3178 Words

“Bukan begitu maksud gue!”             Shabrina mendengus dan memalingkan wajahnya. Dia tertawa hambar dan menggelengkan kepalanya ketika mendengar ucapan Victor. Gadis itu memejamkan matanya sejenak, berusaha mengisi paru-parunya dengan udara, sebanyak-banyaknya, lalu kembali membuka matanya. Ada kesedihan yang terlihat jelas disana. Ada ketakutan yang tergambar jelas disana. Semuanya. Bercampur menjadi satu. Dan dengan gamblang, Shabrina memperlihatkan semua itu pada Victor.             “Terus... maksud lo, apa?” tanya Shabrina getir.             Victor terdiam. Sungguh, dia sangat ingin Shabrina sembuh. Dia sangat ingin penyakit sialan itu keluar dari tubuh Shabrina. Dia sangat ingin melihat Shabrina kembali ceria seperti dulu. Dia ingin Shabrina menjalani operasi itu. Tapi... dia j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD