Chapter 12

3213 Words

“Maaf, Yo....”             Arsyad menatap Shabrina lekat-lekat. Bukannya balas menatap Arsyad, Shabrina justru menundukkan kepalanya. Dia membiarkan Arsyad masih menggenggam tangannya. Entah tangan siapa yang terasa dingin sekarang. Tangan Arsyad-kah? Atau justru tangan gadis itu sendiri? Entahlah, Shabrina juga tidak tahu.             “Lo nggak bisa nerima gue, apa itu karena... Victor?” tanya Arsyad ragu. Sejujurnya, sejak dia berniat untuk menyatakan perasaannya pada Shabrina, Arsyad sudah mempunyai firasat bahwa gadis itu akan menolaknya. Dan alasan utama gadis itu menolaknya sudah pasti adalah Victor. Arsyad sudah bisa menduganya. Namun, laki-laki itu tidak peduli dan dia ingin mendapatkan kepastian.             “Lo tau betul kalau gue suka sama dia, kalau gue sayang sama dia lebih

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD