“Skandal lo gak beres-beres ya, Zana,” komentar Lila masih memandangi ponselnya. “Dih, bentar, gue bacain komen. Gak bersyukur banget, udah diangkat derajatnya sama keluarga konglo malah kabur,” Lila mencebik, "Dih, Zana ngangkat namanya sendiri ya!” balasnya sinis. “Buat apa lo baca komen, sih, La? Gak usah dibaca. Itu cuma bikin nambah dosa julid,” Zana mengibas-ngibaskan tangan. “Mendingan lo streaming lagu gue,” tambah Zana. Lila tidak menjawab, ia sudah tenggelam dalam komentar-komentar di postingan yang baru saja ia bacakan. “Kalau kamu lanjut kuliah dokter, kamu gak perlu menerima komentar-komentar itu, Zana,” ucap Naba kemudian. Lagi, Zana menoleh tanpa minat, “Itu namanya resiko pekerjaan, Kak Naba. Jadi dokter lebih gede lagi resikonya. Kalau ini tinggal aku abaikan aja dan a

