32. —Tenang Sebelum Badai

1358 Words

“Apaan si—“ Belum Zana menyelesaikan pertanyaannya, Brama sudah meraih pinggang rampingnya, mengangkatnya dengan mudah, dan kembali menggendong Zana seperti pagi pertama mereka. Mata Zana membelalak kaget. Juga semua mata yang melihat adegan itu. “Brama! Turunin!” jerit Zana. “No! Kesempatan kamu jalan sendiri udah habis,” jawab Brama dengan ringannya. Semua yang melihat itu selain membelalakan matanya, jugamulutnya terbuka otomatis. Lila terkikik lalu mengambil ponselnya lagi, mengambil foto Zana yang sedang menepuk-nepuk punggung Brama. Ayu mengerjap tak percaya, tangannya naik untuk menutup mulutnya yang terbuka. Naba berdiri, dan Lintang yang baru keluar dari kamarnya setelah menyimpan hadiah dari Brama mematung melihat adegan itu. Zanari yang mungil berada di pundak Brama dan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD