41. —Panggung Pertamanya

1507 Words

“Zanari?” tanya Indra. Zana tersenyum kecil, tapi ia menoleh pada Brama, “Aku izin dulu,” ucapnya. Indra mengangguk, “Udah gak bisa gak sendiri soalnya sekarang, ya? Hehe, iya kan, Pak Sena?” tanyanya kemudian melirik pada Antasena. Senyum dan anggukan Antasena terbit di sana. Zana melirik Antasena lalu lurus menatap Brama, “Boleh, Mas Suami?” tanya Zana dengan nada centilnya. Dengan mata cokelat berbinar yang Zana berikan padanya, Brama mengangguk, ia tidak mungkin juga menolak keinginan pemilik acara, “Boleh, Sayang,” jawab Brama. “Cie, cieee, ih ngiri, ya?” Indra heboh di panggung. Dira menggigit bibirnya sambil memaksakan senyum di sana. Zana berdiri, mengecup pipi Brama lalu berjalan dengan anggun menuju panggung. Ia berdiri di depan Isha yang tersenyum padanya, mengangguk kec

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD