Sayangnya aku tidak bisa menonton pertunjukan tausiayah orang tua pada putranya yang pembohong besar secara langsung itu dengan menikmati popcorn. Aku harus kembali setelah makan siang ini, aku harus menyiapkan barang-barang untuk kembali ke kota besok, aku juga harus istirahat untuk jalan-jalan bersama Omar. Nadia memaklumi keadaanku, Dodi juga tidak bisa menonton pertunjukan yang menakjubkan itu, karena dia juga harus belajar dan mempersiapkan barang-barangnya untuk kembali ke Jepang. Sekilas wajah Nadia terlihat kecewa, kemudian dia tersenyum lebar, berterima kasih pada kami dan memberi kami tumpangan untuk pulang. "Sampai bertemu lain hari ya Hana!" Nadia melambaikan tangannya padaku. Aku mengangguk pelan, melirik kakak Nadia yang memasang kode akan membunuhku, dia menggeser jari t

