“Tenang saja, aku masih mengingat jalannya dengan sangat jelas. Di dekat ladang sebelum jalan menanjak ke atas bukit, menerobos pepohonan dan semak. Hanya perlu lurus saja dan kami akan menemukan jalurnya, benar kan?” Vulken memastikan ingatannya benar. Lori mengangguk setelah itu menaikkan salah satu alisnya dan bertanya, “Lalu?” “Lalu … apa?” Vulken mencoba mengingat-ingat. “Oh ya, ambil jalan ke kanan karena dari sana lebih cepat untuk sampai ke bukit Andhiel daripada harus memutar jika melalui jalur ke kiri,” ujar Vulken. “Ya, kau benar. Berhati-hatilah dan semoga selamat sampai dengan tujuan kalian,” kata Lori sambil tersenyum lebar dalam perpisahan mereka. “Jangan lupakan soal rawa dengan mitos para Nymph di jalur kanan. Juga kelompok kecil dari desa ini yang menyerahkan dirinya

