XXXIV. Rencana yang Terbongkar

1869 Words

Ketika yang lainnya sudah tertidur, ternyata Lori hanya berpura-pura memejamkan matanya. Begitu pun yang dilakukan oleh Sinba. Suatu kebetulan di mana pintu ruangan tidak tertutup rapat. Sehingga, Lori dan Sinba dapat dengan mudah pergi ke luar ruangan meninggalkan yang lainnya tertidur di dalam. Suasana desa amat sepi karena memang sudah malam dan turun hujan deras. Angin malam pun sudah sangat terasa tak dapat dihindari karena membawa kantuk yang begitu berat. Saat ini, Lori dan Sinba sudah berada di depan pintu rumah Weraki. Mereka berteduh di bawah atap kecil benar-benar hanya beberapa langkah dari pintu masuk. Sinba yang paling terakhir keluar dari rumah Weraki untuk membawakan mentega pun ternyata sengaja untuk tidak menutup rapat pintunya. Seperti ada sesuatu yang sudah keduanya re

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD