Wife 13

1054 Words
Arni sedang menikmati secangkir teh panas dengan roti yang baru saja Syafira siapkan untuknya roti Hangat dengan kepulan asap yang masih mengudara menemani Arni yang terus fokus pada benda pipih di depannya mencoba untuk melihat laporan tentang perkembangan toko kue yang kini berada di bawah pengawasannya ternyata saat awal berdirinya Toko Kue ini sangat begitu terkenal dan juga memiliki beberapa cabang namun Arni tidak menyangka jika sekarang Toko Kue ini hanya mempertahankan Beberapa pelanggan lama yang masih setia untuk membeli kue-kue di toko peninggalan mendiang mamahnya Bara “aku harus mulai mengoreksi apa saja yang perlu aku ubah "gumam Arni sambil terus menscroll layar laptopnya hanya mencoba melihat referensi toko-toko kue di media sosial yang digandrungi beberapa anak muda ternyata di zaman seperti sekarang ini anak muda lebih tertarik dengan tempat-tempat yang memiliki nuansa unik dan juga yang menyediakan tempat yang cocok untuk mereka berselfie,Arni kemudian mengedarkan pandangannya ke segala penjuru ruangan  sekitarnya Toko Kue ini masih tetap sama seperti foto-foto yang dirinya lihat saat pertama kali Toko Kue ini berdiri tidak ada perubahan yang signifikan selain meja dan kursi yang sudah diperbarui selebihnya tidak ada yang menarik bagi Arni Selain itu orang-orang juga lebih memperhatikan menu yang unik dan juga menarik untuk mereka publikasikan di media sosial sedangkan Toko Kue ini hanya mempertahankan resep yang diwarisi oleh mendiang mamanya Bara  "sepertinya aku harus lebih banyak merombak toko ini” gumam Arni kembali Arni kemudian kembali berselancar di dunia maya untuk mencari ide-ide segar untuk dia memperbaiki toko yang kini dia awasi itu agar bisa menjadi ramai seperti saat pertama kali berdiri  “Kau serius kali" ucap seseorang yang tiba-tiba muncul dari sisi wajah Arni sambil melihat layar laptop yang juga Tengah Arni perhatikan sontak saja perkataan tiba-tiba dari orang tersebut membuat Arni terlonjak kaget sambil memegang dadanya “tante  benar-benar membuatku jantungan Sejak kapan tante berdiri dibelakang-Ku? "Tanya Arni sambil melihat vena yang kini berjalan memutar untuk duduk di hadapan Arni, Vena kemudian mengambil teh hangat Arni dan meminumnya dengan santai  "sejak 10 menit yang lalu, apa kau tidak menyadarinya? "Tanya Vena membuat Arni langsung menggelengkan kepalanya “itu karena kau terlalu fokus dengan laptopmu itu "ucap Vena setelah itu kembali menarik kue milik Arni yang bernasib sama dengan teh sebelumnya Vena memakannya dengan Santainya yang menurut Arni itu sangat menyebalkan, dirinya saja belum mencicipi kue yang Syafira siapkan untuknya “ada apa Tante datang ke sini” tanya Arni membuat Vena langsung menghentikan gerakan tangannya yang hendak kembali memasukkan kue dalam mulutnya " itu karena kau sudah beberapa minggu ini tidak datang menemuiku dan memberikan laporan tentang Bara "ucapannya membuat Arni meringis " untuk apa aku melaporkan tentang suamiku” jawab Arni membuat Vena tersenyum lebar "tentu saja karena aku mengkhawatirkan anak kesayanganku itu” jawabnya membuat Arni berdecak  "bahkan anak kesayangan tante saja tidak memikirkan hari tante sedikit pun" jawab Arni yang kembali fokus dengan laptop di depannya  "tidak apa Bara berhak  untuk bersikap seperti itu, memperhatikan nya dengan tenang dari jauh bagi ku sudah cukup "jawab Vena kembali membuat Arni meliriknya, sejenak Mereka pun saling terdiam beberapa saat dengan pikiran masing-masing Arni dengan pikiran tentang rencananya untuk merombak toko kue milik Bara sedangkan Vena masih berpikiran tentang kue yang dia makan yang terasa sangat enak dan manis  "Apakah kau bisa memberitahu pelayan untuk membungkus kan kue ini, aku akan membuatnya pulang "ucap Vena membuat Arni hanya memutar bola matanya malas " jadi  bisa tante katakan apa tujuan Tante datang menemuiku? "Tanya Arni karena Arni yakin Vena datang ke sini bukan hanya untuk meminta kue yang baru saja dia makan pasti ada sesuatu yang menariknya datang ke Toko Kue ini  " Ternyata kau sedikit lebih pintar dari yang aku duga” jawab Vena dengan senyum lebarnya menatap kearah Arni yang terlihat tidak peduli dengan semua yang dia katakan " Baiklah lupakan tentang kue yang aku makan tadi kita ke inti permasalahan yang ingin aku bahas "ucap Vena yang sudah melipat kedua tangannya di depan meja kemudian mengatakan nya dengan tatapan Serius, Arni pun mulai menghentikan jari-jemarinya yang bergerak di atas laptop sambil membalas tatapan Vena " Apa kau tahu gerak-gerik mu sekarang sudah diamati oleh seseorang "ucapannya membuat Arni mengerutkan keningnya  "terdengar seperti adegan mata-mata di novel yang aku baca" jawab Arni membuat Vena berdecak kesal “ ya jika di dalam novel kau akan diselamatkan oleh Pangeran berkuda putih jika kenyataannya saat ini kau sendiri yang bisa menyelamatkan dirimu " Ucap Vena membuat Arni akhirnya memutuskan untuk menyimpan laptopnya dan mulai menatap Tantenya itu dengan serius  "Baiklah BBisakah Tante jelaskan dari awal kenapa aku harus dimata-matai lagi pula kenapa aku yang harus mereka awasi, siapa pun itu yang mengawasi ku kenapa bukan tante? "Tanya Arni kembali membuat Vena langsung mengetukkan jari telunjuknya tepat di  kening Arni " tentu saja harus kau yang di awasi karena kau yang menikah dengan Bara bukan aku "ucap Vena " jadi bisa Tante Jelaskan Siapa orang tersebut jadi aku bisa mewaspadainya " Tanya Arni kembali membuat Vena langsung menggerakkan jari telunjuknya agar Arni mendekat ke arahnya Arni pun menuruti keinginan Vena mendekatkan wajahnya beberapa centi ke arah Vena "seseorang yang selama ini kita curigai akan menghancurkan Bara dan juga perusahaannya” bisik Vena membuat Arni langsung mengerutkan keningnya " apa yang tante katakan itu serius Jadi benar Tante menikahkanku hanya untuk memata-matai tentang keadaan Bara dan juga sekelilingnya? "Tanya Arni membuat Vena menganggukkan kepalanya, Arni sebenarnya tidak habis pikir dengan tantenya yang tiba-tiba menjodohkan dirinya bersama anak tirinya dan tidak menyebutkan dengan jelas Apa tugas yang harus dia lakukan Dia hanya mengatakan bahwa Arni harus menjadi istri yang baik bagi Bara, dan sekarang dia malah membahas tentang orang yang mata-matai dan juga perebutan perusahaan membuat Arni sedikit sulit untuk mencerna semua yang dikatakan Vena " Apakah ada adegan baku tembak juga dalam perebutan perusahaan tersebut?” tanya Arni yang mulai membayangkan adegan berbahaya seperti dalam novel-novel yang dia baca “berhenti untuk memikirkan tentang semua kisah novel yang sebelumnya kau baca ini akan jauh berbeda dan menakutkan seperti Novel Novel tersebut jika kau tidak lebih pintar dari orang-orang yang akan mengusikmu dan juga Barana nantinya "ucap Vena yang seperti memberitahu Arni bahwa dia harus mulai waspada dengan orang-orang yang mungkin bisa menggagalkan rencana Vena yang tentunya pasti adalah orang-orang terdekat dan juga yang berada di sekitar mereka lebih tepatnya di sekitar Bara dan juga Arni
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD