Bara sedikit ter ganggu dengan senyum lebar yang dari tadi terukir di bibir Arni membuatnya malah kesulitan untuk mengunyah makanan yang berada di dalam mulutnya
"kau tidak makan?" Tanya Bara membuat Ani yang tengah menopang dagunya menggelengkan kepalanya
"Aku sudah kenyang sarapan tadi pagi" jawab Arni dengan senyum lebarnya yang tidak luntur sejak 15 menit yang lalu saat mereka duduk bersama di meja makan ini Bara menaikkan sebelah alisnya ketika mendengar jawaban Arni dan sepertinya Arni mengetahui maksud dari tatapan Bara tersebut
“yang kau berikan tadi pagi Membuatku menjadi kenyang " Ucap Arni dengan senyum lebar dan pipi memerah membuat Bara benar-benar tersedak makanan nya sendiri bagaimana bisa Arni terus membahas tentang ciuman tadi pagi yang mereka lakukan, Arni langsung mengulurkan segelas air putih kepada Bara dan Bara langsung meneguknya Bara menepuk-nepuk dadanya perlahan untuk membuat makanan turun ke dalam perutnya
"Jangan pernah mengungkit masalah tadi pagi atau__" ucapan Bara terhenti ketika tiba-tiba Hans datang dan berjalan mendekat ke arah mereka, Bara langsung menatap tajam ke arah Arni seolah memberikan sinyal bahwa Jangan pernah mengatakan hal konyol di depan sekretarisnya itu
“Selamat pagi , Pak, Bu "sapa Hans sambil menundukkan kepalanya kearah mereka namun setelah mengangkat kepalanya dan pandangannya bertemu dengan Arni, Hans sedikit mengerutkan keningnya ketika Arni menyambutnya dengan senyuman lebar itu sedikit berbeda seperti pagi-pagi sebelumnya Ketika Arni menyambutnya dengan wajah Ketus seolah dia tidak menyukai jika acara makan berduanya bersama Bara terganggu oleh Hans
sepertinya ada kabar baik batin Hans melihat ekspresi Arni yang terlihat seperti bahagia
"Apa kau sudah sarapan?" Tanya Arni dengan senyum lebarnya membuat Hans terdiam untuk beberapa saat sebelum menjawab pertanyaannya
"sudah Buk” jawab Hans membuat Arni langsung menggelengkan kepalanya
" kau Jangan bohong aku tahu kau belum sarapan pagi ini dan langsung datang ke rumah ini lebih baik kau duduk bersama kami dan Ikut sarapan "ucap Arni selanjutnya membuat Hans semakin merasa ada yang aneh dan kemudian menatap ke arah Bara yang menatapnya datar tanpa ekspresi, Hans tidak tahu apakah dia harus menuruti perkataan Arni atau langsung pergi dari tempat ini sekarang juga, Hans tidak ingin terjebak diantara mereka berdua yang akhirnya akan membuat dirinya pusing sendiri "Terima kasih Bu tapi saya sudah sarapan" tolak Hans kembali secara halus membuat Arni malah langsung berdiri menghampirinya dan menarik kursi untuk Hans
"Ayolah duduk saja aku sudah menyiapkan sarapan yang spesial pagi ini" ucap Arni menarik bahu Hans Kemudian mendorongnya untuk duduk di kursi yang sudah dia siapkan, Hans pun tidak bisa berbuat apa-apa selain menurut dan kemudian menatap Bara yang menatapnya dengan Acuh seolah mengatakan selamat sudah bergabung di lingkaran setan Arni
"itulah yang ada di pikiran Hans saat ini ketika melihat ekspresi bara
“ayo Hans ambil sarapanmu" ucap Arni membuat Hans tersadar kemudian mengambil beberapa Potong Roti dan juga selai, untuk beberapa saat mereka saling terdiam sebelum Arni kembali mengeluarkan suaranya
"Oh ya Kenapa kau datang pagi-pagi ke sini jangan bilang kau akan kembali memberikan pekerjaan menumpuk untuk Bara" tuduh Arni membuat Hans yang hendak memakan roti isinya berhenti dan meletakkannya kembali Hans kemudian membalas tatapan tidak bersahabat Arni
"Saya hanya akan melaporkan tentang kantor "jawaba Hans dan setelah itu menatap ke arah Bara yang hanya memakan roti nya dengan Acuh seolah berkata bahwa dengarkanlah perkataan Istriku itu itulah yang Hans baca dari raut wajah yang Bara Tampilkan saat ini
"tapi ada sedikit masalah di kantor Pak jadi mau tidak mau Anda harus datang ke kantor saat ini juga" lanjut Hans kembali membuat Bara akhirnya menatap ke arahnya setelah beberapa saat dia mengabaikan kedatangan dirinya "masalah apa?" Tanya Bara sambil mengelap mulutnya dan menyudahi sarapannya, Bara langsung fokus menatap ke arah Hans
" masalah tentang pembuangan limbah "ucap Hans membuat Bara langsung menatap ke arah Arni
"kita bicarakan di ruang kerjaku" Ucap Bara membuat Hans langsung berjalan ke arah belakang kursi roda milik Bara dan hendak mendorongnya namun terhenti ketika Arni langsung mengeluarkan suara "Biar aku saja yang membawa Bara ke ruang kerjanya" ucap Arni membuat Hans dan Bara menatap kearahnya
"tidak perlu kau lakukan saja kegiatan yang akan kau lakukan bukankah kau harusnya sekarang sudah pergi ke toko roti" ucap Bara dengan nada datar nya membuat Arni menggeleng dan mendekat berjalan ke arahnya
"aku bisa pergi Nanti siang sudah ada Syafira yang menghandle pagi ini, aku yang akan mendorong kursi Bara "ucap Arni berjalan ke arah belakang Bara namun Baru saja Arni hendak memegang kedua Sisi kursi roda tersebut lagi-lagi Bara menghentikannya
"Aku bilang tidak usah Lebih baik kau mengurus urusan lain dan biarkan Hans yang membawaku pergi “ucap Bara membuat Arni langsung berdecak kesal kemudian kembali Berjalan ke depan Bara sambil melipat kedua tangannya
" aku Jadi curiga Jika kau mempunyai kepribadian ganda "gerutu Arni membuat Bara dan Hans menatapnya dengan alis terangkat
" Baru tadi pagi saja kau enggan untuk melepaskan ku tapi saat ini kau malah tidak mau aku dekati "ucap Arni membuat Bara langsung membulatkan matanya sedangkan Hans memicingkan matanya untuk melihat Arni karena tidak mengerti apa yang dia bicarakan
"jangan bicara omong kosong" ucap Bara sambil mengibaskan telapak tangannya dan menyuruh Arni untuk menyingkir dari hadapannya
“aku tidak akan pergi kemana-mana sebelum Kau mengajak ku untuk ikut ke ruang kerjamu "ucap.Arni yang membuat bara berdecak dengan kesal karena sikap keras kepala Arni yang sangat sulit untuk di kalahkan.
" Lebih baik kau mengurus urusan yang lebih penting ketimbang harus mengikuti kami berdua "ucap Bara membuat Arni langsung menggelengkan kepalanya
" aku seperti habis manis sepah dibuang diperlakukan oleh mu "gerutu Arni lagi-lagi kemudian menatap tajam ke arah Bara
“Aku menyesal karena tadi pagi membalas ciuman panas yang kau berikan harusnya tadi pagi aku pergi saja meninggalkanmu atau berontak bukannya malah membalas setiap sentuhan yang kau berikan "ucap Arni dengan setiap kata dan intonasi yang jelas seakan ingin Hans dan juga beberapa pelayan yang berada disekitar mereka mendengar ucapannya dan hal tersebut membuat Bara langsung membulatkan matanya tidak percaya Bara langsung menatap tajam ke arah Arni
"hentikan omong kosongmu itu, apa Kau tidak lihat para pelayan di sekitar kita" ucap Bara membuat Arni menatap kearah beberapa pelayan Yang Sedang membereskan meja makan Namun sepertinya Arni mengacuhkan hal tersebut
"Memangnya kenapa Bukankah wajar apa yang aku katakan tadi" Jawab Arni membuat Bara mengusap wajahnya dengan kasar
" tadi pagi itu "ucapan Bara langsung terpotong ketika Arni menyelanya dengan cepat
" tadi pagi kau sangat b*******h aku baru tahu kalau kau juga termasuk pencium yang hebat dan langsung membuatku seperti melayang ke udara ketika tangan kekar mu menyentuh kulit dalam ku "celoteh Arni membuat wajah dan telinga Bara merah karena Bara yakin Hans saat ini tengah menahan tawanya sedangkan beberapa pelayan menatapnya seolah seperti lelaki nakal padahal apa yang mereka lakukan tadi pagi adalah hal wajar yang dilakukan oleh sepasang suami-istri
"Baiklah kau boleh mendorong kursi rodaku membawaku ke dalam ruang kerjaku "akhirnya kalimat tersebut yang ditunggu-tunggu keluar dari bibir Bara karena Bara tidak ingin wanita di depannya yang ternyata adalah istrinya terus membual tentang kedekatan yang mereka ciptakan tadi pagi