Bara terusik dari tidurnya ketika merasakan seseorang yang terus menyeruakan wajahnya pada d**a bidangnya, beberapa kali Bara mengerjapkan matanya untuk memperjelas pandangannya kemudian melirik ke arah sampingnya yang ternyata Arni yang masih tertidur dengan posisi bergelung sambil memeluk tubuhnya dengan erat, perlahan Bara mengangkat lengan Arni yang melingkar di pinggangnya secara perlahan agar istrinya itu tidak terbangun dari tidurnya namun baru saja terangkat beberapa senti Arni melepaskan cekalan Bara dan kembali memeluk pinggang Bara lebih erat lagi membuat tubuh barang menegang saat itu juga ketika kaki Arni menghimpit bagian sensitifnya
"Bagaimana bisa dia tertidur dengan cara seperti ini" gerutu Bara sambil menggelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan kebiasaan tidur Arni yang sedikit memakan tempat Padahal tempat tidur yang mereka tiduri merupakan Kingsize, Entah kenapa Arni harus selalu menghabiskan tempat Bara Padahal di sisi sebelahnya tempat tidur tersisa luas.
Bara kembali untuk mencoba peruntungannya melepaskan pelukan Arni pada tubuhnya namun Entah kenapa lagi-lagi cara tersebut gagal membuat Bara hanya bisa menghembuskan nafas kasarnya cara satu-satunya yang harus segera Bara coba adalah dengan membangunkan istrinya itu, Bara kemudian hendak menepuk pipi Arni yang berada pada d**a bidangnya namun gerakan tangan Bara terhenti ketika terlihat Arni tersenyum dari tidurnya "Apa dia sedang bermimpi" Gumam Bara yang tadinya ingin menepuk pelan pipi Arni berubah menjadi elusan lembut yang membuat tidur arni merasa makin nyenyak, untuk beberapa detik Bara tertegun melihat wajah Arni yang sebelumnya menurut Bara jauh dari kata cantik namun kali ini Bara bahkan enggan untuk melepaskan pandangannya dari wajah Arni elusan Bara terhenti kemudian turun pada bagian bibir Arni Yang entah kenapa terlihat sangat menggiurkan di mata Bara saat ini dan akhirnya membuat ibu jari Bara pun mengelus bibir bagian bawah Arni secara perlahan entah kenapa tindakan sederhana seperti itu malah membuat sesuatu di bawah sana bereaksi membuat Bara hendak menyudahi aksinya tersebut namun baru saja Bara hendak menarik jari jemarinya yang berada di wajahnya tiba-tiba saja mata bulat Arni langsung terbuka dan menatap wajah Bara yang sedikit tersentak dan juga tertegun ketika pandangan mereka saling beradu bahkan detik berikutnya Bara terlihat gelagapan dan juga panik karena secara tidak langsung aksinya sudah diketahui oleh Arni, Bara hendak menarik kembali tangannya Namun dengan cepat Arni langsung menghentikan niatan Bara tersebut "kenapa,?" tanya Arni membuat Bara malah terdiam dan tidak tahu harus menjawab seperti apa
“jangan bilang kau malu karena sudah tertangkap basah mengagumi wajah cantikku? " tebak Arni membuat Bara semakin merasa tidak nyaman dengan posisi mereka yang saling menempel “Siapa bilang aku Mengagumimu Aku hanya ingin membangunkanmu "jawab Bara sambil membuang pandangannya ke arah lain Bara tidak ingin Arni mengetahui kegugupannya saat ini Namun tentu saja hal tersebut tidak berpengaruh karena Arni sudah tahu gelagat Bara dari awal, Arni kemudian memasang senyum lebar nya sambil menatap ke arah Bara membuat Bara menaikkan sebelah alisnya
"Kenapa kau tersenyum?" Tanya Bara “aku senang karena cara membangunkanmu yang begitu manis, biasanya kau kan hanya akan menepuk pipiku dengan keras " jawab Arni membuat Bara terdiam Awalnya dia pun juga ingin membangunkan Arni seperti biasanya namun entah kenapa bibir itu terasa sangat menggoda pikir Bara yang kini lagi-lagi memperhatikan bibir Arni dan sepertinya Arni mengetahui gerak gerik Bara tersebut, Arny kemudian menegakkan tubuhnya sambil menatap Bara dengan mata nakalnya
“ kau mengagumi bibirku bukan? "Tanya Arni membuat barat lagi lagi menelan ludahnya dengan susah payah karena tuduhan Arni yang seperti tepat sasaran kemudian kembali mengalihkan pandangannya ke arah samping
" kau jangan menuduh sembarangan " Jawa Bara membuat Arni malah mengulurkan tangannya kemudian menarik Sisi wajah Bara agar kembali menatap ke arahnya
"kenapa kau harus malu untuk mengakuinya" Ucap Arni dengan senyum mengejek membuat Bara merasa sudah tertangkap basah karena aksinya tersebut “wajar bukan seorang suami mengagumi istrinya ketika tidur dan kau tidak usah merasa malu seperti ini "lanjut Arni kembali baru saja Bara hendak membuka mulutnya untuk menyangkal semua tuduhannya Namun dengan cepat Arni mengecup bibir Bara dengan cepat membuat Bara kembali terdiam dan mematung sambil menatap ke arah Arni "Bukankah itu yang ingin kau lakukan" ucap Arni masih dengan senyum nakalnya ketika melihat ekspresi Bara yang sangat terlihat lucu di matanya
"A__ Apa yang kau lakukan?" Tanya Bara dan entah merasa atau tidak Bahwa saat ini dirinya sedang terbata karena ciuman singkat yang Arni berikan dan hal tersebut membuat Arni semakin ingin mengerjai suaminya itu
"tentu saja memberikan morningkiss kepada suamiku "jawab Arni dengan senyum lebarnya, Bara kembali hendak membuka mulutnya namun lagi-lagi Arni memotong perkataannya tersebut
“ah aku tahu yang barusan itu bukan morningkiss tapi hanya sebuah kecupan Selamat pagi, aku akan menunjukkan bagaimana morningkiss sebenarnya "ucap Arni membuat Bara langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat hendak menghentikan niat yang sudah ada di dalam pikiran Arni namun tentu saja Bara tidak bisa berbuat apa-apa ketika Arni langsung beranjat naik ke atas tubuhnya dan dengan cepat Langsung kembali menempelkan bibirnya pada bibir Bara dan entah kenapa saat bibir tersebut menyatu dan terasa bibir lembut Arni melumat bibirnya niatan untuk mendorong tubuh Arni dari atas tubuhnya sirna begitu saja, Bara malah mengulurkan tangannya dan meraih tengkuk Arni untuk memperdalam ciuman mereka dan Entah kenapa hal tersebut membuat Arni tersenyum di sela-sela ciuman mereka, Arni bisa merasakan Bara yang membalas ciuman dan juga lumatan yang dia berikan, Arni bisa merasakan ketika Bara mencoba untuk menyeruakkan lidahnya di sela kedua bibir Arni dan tentu saja Arni membukanya dengan senang hati membuat lidah mereka saling bertautan dan mengecap satu sama lain saat ini Bara bahkan melupakan rasa malu dan juga canggung nya yang dirasakan beberapa menit yang lalu ketika Arni dengan sengaja menuduhnya , Arni hendak melepaskan tautan bibir mereka ketika merasakan pasukan oksigen di dalam tubuhnya sudah berkurang namun baru saja Arni hendak melakukannya tiba-tiba saja Bara langsung melingkarkan sebelah tangannya pada pinggang Arni dengan erat seolah tidak membiarkan Arni untuk beranjak dari atas tubuhnya dan tangan satunya lagi Bara gunakan untuk menekan ceruk leher Arni semakin kuat untuk memperdalam ciuman mereka, Arni pun kembali menyurutkan niatnya dan semakin membalas ciuman yang Bara berikan, Baru kali ini Arni merasakan Bara menciumnya dengan tanpa paksaan dan hal tersebut membuat sudut bibir Arni terangkat setidaknya ada sedikit kemajuan dari sikap Bara terhadapnya dan itu merupakan kabar bagus untuknya dan juga Vena. Setelah beberapa saat akhirnya Bara mau melepaskan ciuman mereka dan menatap wajahnya yang kini begitu dekat dengan wajah Arni pandangan Bara kemudian tertuju pada bibir Arni yang terlihat merah dan mengkilap karena ulahnya Bara mengulurkan tangannya kemudian mengusap bibir Arni tersebut dengan lembut sebelum kembali memberikan kecupan singkat kepada Arni membuat Arni sedikit tertegun dengan sikap Bara pagi ini.