Parte Twenty - Six

1217 Words

Adegan pelukan itu dihentikan nenek karena tidak mau larut dalam sedih bersama para cucunya yang sudah mengerti sedikit demi sedikit keadaan orang tuanya. "Sudah, jangan sedih-sedih," timpal nenek. "Sya, kamu harus lebih dekat juga sama Zain dan Zadine, karena kamu enggak tahu bahwa mereka menunggu kamu juga," imbuhnya. Casya hanya mengangguk dan melihat adiknya yang lain, Zain dan Zadine. Mengusap kepala Zadine dan menyuruh mereka untuk pergi lebih dulu ke ruang depan. Casya melihat mamanya dan bertanya tentang adik lelakinya yang tidak datang. "Zio mana?" tanya Casya. "Pergi sama temen kampusnya. Kamu tahu sendiri, dia enggak bertahan di rumah orangnya. Lagian, dia ada acara gitu katanya. Biarin ajalah," ujar Mama Mayang. Casya melihat neneknya. “Nenek mau ngapain?" Nenek yang di

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD