bc

Jodoh tak Terduga

book_age16+
9
FOLLOW
1K
READ
love-triangle
family
HE
like
intro-logo
Blurb

Awal pernikahan Hiranya dan Varshad berlangsung bahagia, mereka begitu menikmati biduk rumah tangganya. Namun semuanya berubah semenjak kepergian Varshad ke universitas di London, dia menemukan tambatan hatinya yang berujung pada kehancuran rumah tangganya dengan Hiranya.

chap-preview
Free preview
Bab 1
Hari bahagia bagi Varsha dan Hiranya, menjadi awal baru dalam kehidupan asmara keduanya. Ijab Qobul yang Varsha ucapkan dihadapan seluruh keluarga menjadi janji suci yang mengikat keduanya dalam hubungan suami dan istri. "Mama titipkan Hiranya padamu ya, Varsha. Tolong jaga dia, berikan kasih sayang yang berlimpah padanya" pesan Anggita pada menantunya. "Tanpa Mama minta, aku akan selalu menjaga dan menyayangi, Hiranya" jawabnya. "Jangan sampai kamu sakiti putri Papa!" Sambung Ryan, Ayah Hiranya. "Jika Varsha berani menyakiti Hiranya, maka saya orang pertama yang akan memberikan hukuman pada laki-laki ini" sahut Abra, ayah Varsha. Mereka semua tersenyum mendengarnya. Pelukan pun Hiranya dapatkan dari sang Ibu, Anggita. "Kamu tenang saja, Hiranya sudah menjadi putri kesayangan kami, maka tidak akan kami biarkan siapapun menyakitinya, termasuk Varsha" ucap Indira Ibunda Varsha. Ya, Indira dan Abra sudah begitu menyayangi Hiranya, karena sebelum menjalin hubungan mereka berdua adalah teman sejak kecil, jadi Indira dan Abra sudah menganggap Hiranya sebagi putri mereka dan menyayanginya melebihi kasih sayang mereka kepada Varsha. "Hiranyaaaa!" Teriak Suri, sahabat Hiranya. "Happy wedding cantiknya aku, hmm" ucapnya Suri seraya memeluk Hiranya. "Terimakasih, Suri" jawabnya. Keduanya melepaskan pelukan, kini Suri beralih pada Varsha. "Hei, Mas. Awas ya kalau sampai bikin Hiranya nangis, sampai menyia-nyiakan sahabat gue, gue bakal ambil Hiranya dan jodohin dia sama pengusaha muda, ganteng, tentunya seorang billionare!" Kata Suri dengan nada ancaman. "Gak akan gue biarin pengusaha manapun buat masuk ke hatinya Hiranya" jawab Varsha. Acara resepsi digelar dengan mewah dan meriah, rekan-rekan Varsha dan Hiranya ikut memeriahkan acara malam ini. Mereka semua terlihat larut dalam acara yang digelar oleh kedua mempelai. Ikut bahagia dalam acara ini. Selesai acara resepsi, pengantin baru ini menuju kamar hotel yang memang sudah disiapkan oleh keluarga. Kamar ini dihias dengan begitu indah, banyak kelopak bunga mawar merah yang menghiasi seisi kamar dan juga kelopak bunga mawar merah benbentuk love yang tersusun rapih di atas kasur. "Niat sekali mereka" ucap Hiranya. Varsha pun memeluk mesra tubuh sang istri dari belakang membuat Hiranya sedikit terlonjak. "Karena mereka mau kita tidak melupakan malam ini" ucapnya lalu mencium leher jenjang sang istri, membuat tubuhnya bereaksi. Hiranya segera menjauhkan tubuhnya, lalu menatap wajah sang suami dengan perasaan malu. Varsha mengetahui jika Hiranya sedang tersipu, dia senang melihat ekspresi istrinya jika sedang salah tingkah. "Kita sudah jadi suami istri dan kamu masih merasa malu padaku, hm?" Tanya Varsha. "Aku mau bersih-bersih dulu" jawab Hiranya mengalihkan pembicaraan. Varsha tersenyum mendengarnya, lalu meraih tangan sang istri. "Jangan lama-lama" ucapnya. Hiranya pun kembali melanjutkan langkahnya menuju kamar mandi. Rasanya dia merindukan guyuran air pada tubuhnya setelah seharian penuh berada di luar dengan gaun dan make up yang selalu on poin. Hiranya keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk, dan itu membuat Varsha semakin ingin segera membawa sang istri dalam pelukannya. Hiranya menghampiri sang suami lalu duduk disampingnya. "Kamu sengaja terus menerus menggodaku, hm" bisik Varsha s*****l. "Apakah tidak boleh menggoda suami sendiri, hm" jawabnya tak kalah s*****l. Varsha sudah tidak bisa lagi menahannya, dia pun segera menatap wajah sang istri dan membawanya lebih dekat dengan dirinya. Malam ini pun mereka lewatkan dengan penuh kehangatan dan kasih sayang, tak ada lagi jarak antara keduanya. Sungguh malam yang indah bagi pasangan pengantin baru ini. Pagi hari menyapa, sinar matahari menyelusup masuk melewati sela-sela jendela, membuat dua insan yang masih tertidur pun merasa terganggu dengan sinarnya. Hiranya membuka matanya lebih dahulu, lalu menatap ke arah samping dimana sang suami masih memejamkan kedua matany dengan tangan kekarnya yang setia memeluk tubuhnya, dia pun tersipu kala mengingat aktivitas mereka semalam. Dengan perlahan Hiranya melepaskan pelukan sang suami, memindahkan tangan kekarnya dari atas perutnya. Karna waktu sudha menujukan pukul 10.15 ini sudah siang, mereka sudah melewatkan sarapan, jangan sampai keduanya melewatkan makan siang pula. Hiranya membersihkan badannya lebih dahulu, memilih pakaian yang akan dia kenakan hari ini untuk makan siang bersama, setelahnya dia pun akan membangunkan sang suami. Perkara mudah ternyata membangunkan Varsha, hanya dengan suara lembutnya pria itu pun membuka kedua matanya. "Morning, suami" ucap Hiranya dengan senyuman manisnya. Varsha pun tersenyum kala melihat wajah cantik sang istri dipagi hari. "Kamu sudah rapih?" Tanya Varsha kala melihat Hiranya sudah mengenakan gaun. "Sebentar lagi makan siang, jangan sampai Mama dan Papa menunggu kita di restoran" jawabnya. Varsha menghelakan nafasnya. "Mereka pernah merasakannya, jadi biarkan saja mereka menunggu" ucap Varsha manja. Hiranya menggelengkan kepalanya. "Ayok. lekas bangun dan bersihkan badanmu, 20menit lagi kita turun ke bawah" titahnya. Varsha menunjukkan bibirnya seraya memanyunkan, dengan alis yang dia naik turunkan. Hiranya yang mengerti pun segera mendaratkan ciuman lembutnya, setelah itu Varsha pun segera beranjak dari kasur dengan semangat yang menggebu, seperti handphone yang selesai di charger. Hiranya menggelengkan kepalanya seraya tersenyum melihat tingkah sang suami yang membuatnya malu sendiri. Pasangan pengantin baru ini pun turun menuju restoran hotel yang berada di lantai dua, dengan tangan yang saling mengenggam, keduanya terlihat begitu romantis. "Mesra sekali pengantin baru ini, hm!" Goda Anggita. "Namanya pengantin baru loh, pasti lagi hangat-hangatnya. Tetapi, yang kita mau kalian harus tetap menjaga keharmonisan keluarga kalian hingga seterusnya, jangan karena masih pengantin baru" ucap Indira menimpali. Abra, Ryan, dan Anggita tersenyum mendengarnya. Memang benar apa yang Indira katakan, mereka berharap jika biduk rumah tangga putra, putrinya bisa langgeng hingga maut memisahkan. "O ya, tentu, itu adalah keharusan. Kalian harus segera memberikan kami cucu-cucu yang tampan dan cantik, jangan sampai kalian membuat kami terus menunggu kehadiran seorang cucu" timpal Abra. "Tenang saja par omah dan opah, kita akan segera menghadirkan buah hati yang tampan dan cantik seperti kedua orang tuanya. Nanti mereka akan membuat omah dan opahnya kelelahan karena terus diajak bermain" sahut Varsha. Abra dan Ryan pun tertanya mendengarnya, begitu pula dengan Indira dan Anggita. "Oh baiklah, kami akan menunggu secepatnya!" Timpal Ryan. "Kalian sudah melewatkan sarapan, ayok segera makan siang" kata Anggita. Menu makan siang sudah tersaji di atas meja, Indira meminta untuk semuanya disajikan saja agar memudahkan mereka untuk menikmatinya. "Jadi, kalian melewatkan sarapan?" Goda Abra. "Sebelum kami pun, Papa duluan mengalaminya kan" jawab Varsha menggoda kembali sang Papa. "Katanya mau cepat dikasih cucu" sambung Varsha. "Sudah-sudah, ayok kita makan siang dulu"

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TERNODA

read
203.9K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
237.3K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
195.7K
bc

Bukan SEX-retaris Simpanan

read
21.8K
bc

Kali kedua

read
222.8K
bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1.4K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
23.6K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook