Sudah setengah jam lebih Senja terbangun. Namun, tidak ada sedikitpun niatnya untuk membangunkan Jingga, yang kini masih terlelap, saraya memeluk tubuh kekarnya. Senja lebih tertarik memandangi wajah manis sang istri, yang terlihat begitu damai di dalam tidurnya. "Selamat pagi, Sayang …," ucap Senja. Saat Jingga menggeliat dan kedua matanya mengerjap dua kali. Bukan hanya itu, Senja juga menyesap sekilas bibir ranum sang istri. Sapaan dan perlakuan manis Senja, langsung membuat Jingga tersipu malu. Sontak saja ia semakin menyembunyikan wajahnya ke dalam pelukan suaminya itu. Wajar saja, ini untuk pertama kalinya pria itu memperlakukannya semanis ini. Bahkan, ada sedikit rasa penyesalan di hati Jingga, karena selama ini sempat menutupi jati dirinya kepada Senja. Coba dari dulu ia jujur,

