Raphael hanya sering melewati gedung kampus Columbia Law School ini dan selalu penasaran bagaimana keadaannya di dalam. Mereka punya halaman yang luas dengan pepohonan rindang di tengah-tengah gedung-gedung perkualiahan yang mengelilinginya. Ada tali pembatas untuk rumput-rumput jepang hijau yang dirawat apik itu. Begitu juga bangku-bangku marmer di pinggir jalan yang bisa ditempati untuk membaca atau beristirahat menikmati sinar matahari. Raphael tahu ia menarik perhatian. Apalagi dengan jaket mantel dan tongkat berkepala beruangnya. Namun ia berdiri dengan dagu terangkat, menikmati perhatian itu dengan sepenuhnya. Ia melirik arlojinya. Sebentar lagi waktu makan siang dan ia yakin tidak akan ada perkuliahan pada waktu dekat ini. Seperti yang ia katakan tadi pada dokter yang merawatnya

