“Ada dengan wajahmu itu?” Raphael setelah ia selesai dengan pemeriksaan dan sedikit terapi untuk kakinya yang sakit itu. Sekarang dokter wanita yang telah merawatnya selama kurang lebih delapan itu sedang memandang foto rontgennya dengan dahi mengerut. Membuat Raphael yang sekarang duduk di seberang mejanya itu bertanya-tanya. “Apa melakukan kegiatan ekstrem dua tau tiga hari yang lalu?” Dokter itu meletakkan foto rontgennya di atas meja sebelum menatap Raphael dengan mata yang disipitkan. “Kau bisa tahu itu hanya dari foto rontgen?” Raphael dengan seringai lebar. “Jangan mengalihkan pembicaraan.” Dokter wanita berkacamata bulat dan rambut bobnya yang berwarna perak akibat uban itu membungkuk ke arahnya. “Si, aku mungkin berusaha terlalu keras untuk membuat seorang gadis terkesan dua h

