Tangis Ibu

1131 Words

Bandara pagi itu cukup ramai. Tangan Sani menggenggam erat boarding pass sambil sesekali melirik ke arah Dominic yang berjalan di sebelahnya. Perjalanan ke desa kali ini berbeda—ia tidak sendiri. Ia bersama Dominic… calon suaminya. Mereka sudah melewati pemeriksaan, dan kini tengah duduk di ruang tunggu gate keberangkatan. Dominic duduk tenang dengan kemeja putih yang digulung hingga siku, sementara Sani tampak gelisah. “Kamu kenapa gugup?” tanya Dominic sambil menyandarkan punggung ke kursi dan menatap Sani lekat-lekat. “Ini bukan cuma soal pulang ke desa, Dominic. Ini pulang bawa kabar yang… mungkin berat buat ayah sama ibu aku.” jawab Sani jujur. Dominic mengangguk. Tangannya meraih tangan Sani, menggenggamnya hangat. “Nggak apa-apa. Kita sampaikan pelan-pelan. Dan aku akan ada di s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD