Memberitahukan Semuanya

1099 Words

Sani memakan martabaknya dengan wajah penuh senyum, pipinya sedikit menggembung seperti tupai yang sedang menyimpan kacang. Aroma mentega dan keju memenuhi udara di sekitar mereka. Dominic, yang duduk di hadapannya, hanya bisa mengamati sambil tersenyum lebar, merasa puas melihat Sani begitu bahagia hanya karena martabak. “Apa martabaknya seenak itu?” tanya Dominic, nada suaranya penuh rasa ingin tahu meski ia sendiri tidak terlalu tertarik. Dia memang bukan penggemar makanan manis, bahkan nyaris menghindarinya. Sani mengangguk cepat, matanya berbinar seperti anak kecil yang menemukan mainan baru. “Sangat enak, aku akan memesan satu lagi, aku belum kenyang,” katanya tanpa ragu. Tak lama, ia merobek sepotong martabak lagi, lalu menyodorkannya ke arah Dominic. “Aaaaa,” ucapnya sambil me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD