“Kenapa Papa tega melakukan ini?” Rega menghambur masuk ke dalam ruang kerja ayahnya tanpa mengetuk pintu ataupun mengucapkan kalimat basa-basi dulu. Sang Ayah mengerutkan kening bingung dengan kehadiran putranya, tapi dirinya juga kesal karena Rega telah mengganggu teleconference yang tengah dilakukannya. Akhirnya Om Indra mengakhiri kegiatan teleconference tersebut kemudian memusatkan perhatian pada sang anak yang tampaknya bersiap untuk menghajar dirinya. “Tidak bisakah kamu mengetuk pintu dulu sebelum masuk atau paling tidak tanya apakah teleconference yang Papa lakukan sudah selesai? Bukannya menodong dengan sikap seperti itu.” Namun Rega tidak mengindahkan perkataan ayahnya, dia malah kembali mengajukan tanya yang tadi tidak dijawab oleh lelaki tua ini. “Why are you to do this fo

