Devina bermimpi buruk. Kali ini mimpi itu datang dalam bentuk kejadian yang ingin dihilangkan dan tak pernah ingin dimunculkan lagi. Tetapi mungkin hidup masih ingin bermain-main dengannya, terbukti dengan mimpi-mimpi ini yang seolah menjerat dan tak akan terlepas dari kakinya. Di mimpi itu dirinya melihat kembali peristiwa buruk yang telah mengubah hidupnya. Menyakiti hati dan mentalnya sehingga menjadi tidak normal. Ketika itu Devina sedang berjalan pulang ke rumahnya. Dia baru saja selesai bekerja part time di sebuah restoran. Hal itu dilakukannya untuk menambah biaya pendidikannya sendiri di negara ini. Devina melewati jalan pintas dari restoran itu ke sebuah gang sempit yang akan membawanya menuju rumah. Lewat gang itu waktu yang ditempuh lebih cepat dan jaraknya juga menja

