Devina menyeka air matanya yang tidak sengaja jatuh di pipi. Dirinya tidak menyangka perpisahan guru dan murid akan mengharukan seperti ini. Terlihat dari banyak diantara muridnya yang menangis karena tidak rela Rega harus pergi. Meskipun keberadaan Rega di sini terbilang singkat, namun banyak hal yang telah berubah karenanya. Devina menatap kekasihnya yang sekarang tengah dikerubungi murid-muridnya. Dari raut wajahnya ia tahu meski berusaha mati-matian tidak menangis, Rega juga sedih dan mungkin lebih dari sekadar sedih. Kehadiran lelaki itu telah memberi pengaruh banyak di sini. Terutama ke murid-muridnya yang menjadi lebih santun. Ia tidak mengerti bagaimana cara pria itu mengambil hati anak-anak sehingga banyak yang menurut padanya. Mengingat bahwa sifat asli Rega sangat aneh dan

