BAB 21

2025 Words

‘Devina’      Aku mendorong pintu hingga terbuka lalu masuk ke dalam rumah. Dingin adalah hal pertama yang ku rasakan ketika memasuki rumah ini. Bukan karena suhu minus delapan derajat yang saat ini sedang terjadi tetapi karena memang tidak ada kehidupan sampai aku kembali ke tempat ini. Sepi? Tentu saja. Aku hidup sendiri di negara ini sebelum bertemu dengan Ayah. Tempat ini bukanlah rumahku yang berada di Indonesia, melainkan di Belanda. Dan aku berada di kota kelahiranku sekarang yaitu Rotterdam. Seminggu yang lalu aku memutuskan untuk kembali ke sini. Setelah kejadian beberapa minggu lalu hidupku sekarang terasa berat. Beban yang menggelayut dalam hati menghancurkan semua yang aku pikir akan baik-baik saja. Aku mengira telah menemukan kebahagiaanku. Dengan bersama Rega, aku merasa men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD