Sesuai perjanjian, pagi ini Rega sudah bersiap untuk berangkat ke sekolah tempat Devina mengajar. Gadis itu permintaannya aneh-aneh saja, masa seorang Rega harus mengajar anak-anak. Dia sendiri tidak punya pengalaman menghadapi anak-anak. Kecuali ketika KayIa dan Galang masih kecil dulu, walaupun lebih sering membuat mereka menangis. Dan sekarang dirinya tengah menunggu Devina di ruang makan sambil sarapan, sendiri. Dia mengeluh dalam hati, kenapa wanita butuh waktu lama hanya untuk dandan? Tidak bisa dipercepat saja begitu biar tidak ada waktu yang terbuang. Dia tipe lelaki yang tidak suka menunggu seorang wanita untuk berdandan. Dirinya memilih pergi meninggalkan si wanita kalau terlalu lama menunggu. Tidak peduli jika wanita itu bakal ngamuk padanya, yang jelas tidak punya keharusa

