Sore itu Devina tengah mengecek tugas para siswanya ketika pintu depan diketuk. Ia melihat ke arah jam dinding, sudah pukul empat sore. Itu pasti Ayah yang baru saja pulang. Kira-kira bagaimana kondisi pria itu, ya? Tanpa pikir panjang ia berjalan ke pintu depan dan membukanya. Wanita itu terpekik saat seseorang tiba-tiba jatuh di hadapannya. "I won't do it, again!! Agghhh..." Pria itu mengeluh dan kini rebahan di depan pintu akibat kelelahan karena membantu Ayah Devina. Dia tersenyum kemudian berjongkok dan menatap pria ini dari atasnya. "Bagaimana? Seru kan kalau bertani?" dia mengerling jail. "Kamu tahu, aku bisa-bisa terkena penyakit lordosis kalau begini terus. Lihat saja, seluruh badanku remuk semua. Apalagi pinggangku. Ohh, ya ampun." Pria itu mengerang kesakitan. Rega mem

