Di apartemen milik Rega suasananya cukup sepi, meski saat ini telah hadir ketiga sahabat pria itu, kedua adiknya dan ada Nuri juga Devina tetapi tidak satupun dari mereka yang bersuara. Semua tampak sibuk berpikir untuk mencari solusi agar bisa menghadapi ayah Rega yang keras kepala. Orang yang berada di sana telah mendengar penuturan Rega tentang apa yang terjadi kemarin. Aksinya untuk menemui Papa berujung konflik yang bertambah rumit. Masalah pun tidak selesai. Padahal Rega hanya ingin mendengar kebenaran, tapi Papa seolah tutup mata dan tidak mengindahkan keinginannya. Betapa sulitnya meluluhkan hati lelaki berbatu itu. Beberapa saat setelah menunduk lama Dimas mengangkat kepalanya, akhirnya ia bersuara sebab terlalu lama diam membuat dirinya merinding. Dia mengamati satu per satu

