"Hanya dalam mimpimu!!"
Zach...?
Lirih Zara memanggil nama suaminya. Sosok yang sangat dia rindukan. Dunianya, cintanya dan kehidupan baginya.
Erios sendiri menegang melihat kehadiran Zach secara tiba-tiba disana. Penampilan Zach kali ini cukup berbeda. Wajahnya semakin terlihat pucat, serta urat-urat biru diwajahnya terlihat jelas. Manik kelabunya kini berubah menghitam. Sementara kuku-kukunya menjulur panjang, seperti iblis yang baru saja bangkit dari kematian nya.
Aura yang ia pancarkan tak kalah mengerikan. Zach nampak seperti iblis yang siap membantai musuhnya.
"Kau !!"
"Kenapa? Kau terkejut melihatku?" ucap Zach sinis. Rupanya teriakan Lily bukan hanya membebaskan pasukan mereka dari sihir Erios. Tapi juga membuat Zach terbangun dari koma nya. Sungguh kemampuan yang luar biasa.
Erios tidak ingin membuang waktu lagi. Dia langsung menyerang Zach, sebelum Zach menyerangnya duluan. Sementara Khazayn masih dalam proses penyembuhan dibawah perlindungan Alexis dari anak buah Erios.
BRAAAKKK
Serangan Erios meleset. Dan mengenai pohon Venus yang ada dibelakang Zach. Dengan sedikit memiringkan tubuhnya, Zach bisa dengan mudah menghindar dari serangan itu.
Zach membalas serangan Erios dengan melesatkan tombak es secara bertubi-tubi. Dengan gesitnya, Erios juga berhasil menghindar. Lalu serangan tombak itu disusul oleh hujan bola api yang tertuju hanya pada Erios. Bola-bola yang membesar dan langsung meraup tubuh Erios, menciptakan luka bakar disekujur tubuhnya. Erios mengerang, merasakan sakit yang luar biasa.
Namun dia langsung berdiri tegak. Dan memandang Zach dengan murka. Bola matanya terlihat mengeluarkan api. Sebagai tanda bahwa Erios sudah berubah lebih menyeramkan dari sebelumnya.
Pasukan Erios kini semakin sedikit akibat serangan Alger dan juga para assassin yang semakin brutal sejak kehadiran Zach di Arena pertempuran itu. Hal itu tidak membuat Erios khawatir karena dia masih memiliki senjata andalannya.
Kekuatan elemen langsung dia keluarkan. Kali ini lebih dahsyat dari sebelumnya. Membuat semua mahkluk yang ada disana terombang-ambing dan kehilangan arah. Zach mencoba mempertahankan dirinya dengan menancapkan pedangnya ketanah. Dan menjadikan pedang itu sebagai tumpuan.
Setelah kekuatan elemen itu dikeluarkan. Zach kembali menyerang secara brutal, seolah tak memberikan kesempatan bagi Erios untuk melawan serangan nya. Selama tidak sadarkan diri, kekuatan Zach meningkat pesat. Staminanya berkali-kali lipat. Seolah saat itu dia sedang bersemedi. Bukannya pingsan akibat luka dalam.
Erios merasa kalap. Setiap serangan Zach sangat sulit untuk dia hindari. Tidak ada yang bisa Erios lakukan selain membuat tipu daya. Erios mencoba untuk berada di kerumunan anak buahnya untuk berubah kewujud mereka. Namun sayangnya Zach lebih dulu menembakkan senjata padanya, sehingga Erios tersungkur dan mengeluarkan darah dari mulutnya.
"Dasar pengecut !! Kau bahkan tidak pantas disebut sebagai raja iblis. Kau hanyalah parasit yang tidak tahu malu.
Tidak akan aku biarkan parasit sepertimu hidup lebih lama." Ucapan Zach menjadi pukulan telak baginya.
Setelah mengatakan hal itu. Zach melemparkan kembali serpihan kristal secara bertubi pada Erios. Yang mana membuat Erios kali ini berhasil menghindari nya. Dengan secepat kilat, Erios menggerakkan tangannya ketanah lalu menaikan keatas. Sontak semua yang ada ditanah keluar kepermukaan dan menghantam siapapun yang ada disana.
Tidak ada satupun mahkluk yang luput dari serangan Erios yang begitu dahsyat. Mengakibatkan banyaknya pasukan Khazayn mati terkapar dengan mata terbelalak. Begitu pula dengan anak buah Erios. Mereka semua mati dengan kondisi yang sama.
Sementara itu ...
Alger, Zara dan Alexis nampak ambruk, mereka terluka parah. Meski tidak ada satu goresan pun ditubuh mereka. Namun serangan itu menyebabkan luka dalam yang cukup serius. Sehingga Zara tidak sanggup lagi mempertahankan kesadarannya.
Zara jatuh pingsan dengan luka dalam yang serius. Sementara Alger dan yang lainnya. Meski mereka masih terlihat sadar. Namun mereka kesulitan menggerakkan tubuh mereka. Seluruh tubuh mereka terasa remuk. Rasa kesemutan dan juga nyeri mereka rasakan secara bersamaan.
Zach mengerang. Bukan karena rasa sakit yang dia terima. Namun melihat sang istri ambruk dan memejamkan matanya. Melihat hal itu, Zach menggeram. Menatap berang kepada Erios yang berdiri kokoh disana.
"Hahahah ... Menyerahlah. Dan tunduk dikakiku.
Bergabunglah padaku untuk menguasai kegelapan." Erios memberikan penawaran yang membuat mereka bergidik jijik saat mendengarnya.
"Cih, matipun aku tidak akan pernah melakukan itu.
Takdirmu sudah ditetapkan. Cepat atau lambat, Kau akan mati."
Setelah mengatakan itu. Zach langsung menerjang Erios dengan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya. Membuat Erios terlempar jauh. Tidak habis disana, Zach langsung melayangkan tombak kristal yang mendarat sempurna didada kirinya. Hampir mengenai jantung. Namun wajah Erios tidak terlihat kesakitan sedikitpun. Erios mencabut paksa tombak itu dan mematahkannya menjadi berkeping-keping.
Lalu kembali mengeluarkan kekuatan dahsyat seperti tadi. Membuat seluruh mahkluk terombang ambing dan terlempar kesembarang arah.
Namun sayangnya kali ini, sasaran Erios tidak berhasil. Karena dalam waktu bersamaan. Sebuah tameng kristal yang cukup besar, bersinar terang dan mematahkan serangan Erios mentah-mentah. Tameng itu melindungi Zach dan seluruh pasukan yang masih hidup dari serangan dahsyat Erios.
Semua mata tertuju pada pemilik tameng itu. Mereka terperangah dan menatap kagum dengan kehebatannya. Siapa lagi kalau bukan, Khazayn.
Cukup lama Khazayn mempertahankan tameng itu agar tetap kokoh selama serangan Erios berhenti.
Erios terperangah kaget. Saat ada yang bisa mematahkan serangan andalannya.
"Sekarang giliran ku," ucap Khazayn dengan aura mengerikan disekitarnya.
Khazayn menyerang dengan menghujani Erios dengan bola api yang meluncur deras kearahnya.
Zach sendiri langsung menimpa serangan itu, sehingga terciptalah sebuah hujan api yang teramat dahsyat meluncur deras kearah Erios. Erios terbelalak melihatnya, tidak ada celah baginya untuk menghindar, sehingga serangan itu secara telak berhasil mengenainya.
Rasa sakit yang teramat dahsyat membuat Erios tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Suaranya tercekat di tenggorokan. Tubuhnya sudah tak berbentuk lagi. Terlalu menyedihkan untuk disebut sebagai penguasa kegelapan. Perpaduan serangan itu membuat tubuh Erios menghitam legam.
Sadar bahwa dia tidak akan menang. Erios langsung bangkit dan berlari kearah anak buahnya yang masih hidup. Dalam waktu sekejap, Erios telah merubah wujudnya menjadi salah satu dari anak buahnya. Sehingga membuat Khazayn dan Zach keliru.
"Sial ... k*****t itu rupanya mengubah wujudnya."
"Kita habisi saja mereka semua," ucap Khazayn lugas.
"Tidak, Khazayn. Itu tidak akan berhasil. Erios akan hilang, seperti yang terjadi pada Century waktu itu.
Kali ini, aku tidak akan melakukan hal yang sama. Kita tidak boleh membiarkan Erios lolos kali ini. Dia harus mati dan membayar semua perbuatannya."
Khazayn mengangguk setuju dengan keputusan ayahnya. Mereka tidak bisa bertindak gegabah. Erios akan kembali lolos jika mereka kembali mengulang kesalahan yang sama. Sebab itulah kali ini mareka harus berpikir lebih keras