Pertarungan mereka semakin memanas. Pasukan Assassin sudah banyak yang terkapar bahkan berguguran. Sementara Anak buah Erios masih banyak tak terhitung jumlahnya.
Erios mengandalkan sihir serta kelicikan nya untuk mengelabui para musuh. Sementara Khazayn setengah mati menghadapi serangannya yang bertubi-tubi menghantam tubuhnya. Erios menyiksanya tanpa ampun.
Tubuh Khazayn limbung kesana kemari setiap kali serangan itu mengenainya. Hingga ia kesulitan untuk mengimbangi dan memberikan serangan balasan.
Rupanya kali ini Erios mengeluarkan kekuatan elemennya, serangan itu hanya difokuskan pada tubuh Khazayn sehingga membuatnya terombang-ambing diudara. Dan dengan kasarnya, Erios membuat tubuh Khazayn terlempar jauh. Ambruk tak berdaya.
Ketika tubuh Khazayn ambruk ditanah. Secara kebetulan ada satu ulat gemuk juga berada disana. Kejadian selanjutnya terasa sangat lambat bagi Khazayn meskipun sesungguhnya kejadian itu begitu cepat. Ulat gemuk yang berada disana langsung menggelesor maju dan memasukan sungutnya dipundak kiri Khazayn. Sungut itu patah, dan tertancap disana. Meskipun tidak menancap dalam, namun rasa sakit yang ditimbulkannya membuat Khazayn setengah gila. Seakan seluruh bencana di alam semesta dikompres menjadi satu dan dijejalkan kedalam tubuhnya.
Kombinasi nyeri, panas, dingin, dan kesemutan melanda sekujur tubuh Khazayn disaat yang bersamaan. Namun ditempat yang berbeda sehingga sulit untuk didefinisikan.
"Argh...!! s**t! Mahkluk sialan. Aku akan membu-"
Tidak butuh waktu lama sampai kesadaran Khazayn perlahan berkurang akibat rasa sakit yang berpusat di pundak kiri Khazayn. Namun Khazayn mengabaikannya sebisa mungkin. Dan mencabut sungut sialan tersebut.
Susah payah Khazayn memaksa dirinya bangun. Dan menusukkan sungut itu kekepala si ulat, membuatnya merasakan apa yang Khazayn rasakan, dan mengeluarkan suara jeritan mirip dengan suara gergaji listrik. Suara yang begitu nyaring.
"Rasakan tusukan spesial dariku, mahkluk sialan !" Hanya kata itu yang terpikir oleh Khazayn. Kemudian dia menancapkan pedang di tubuh sang ulat beracun itu.
Saat si ulat ingin meledak. Khazayn sepertinya sudah siap dengan semburan dahsyat yang akan menambah rasa sakit ditubuhnya. Semburan yang akan membuat sakitnya semakin merana. Namun belum sempat itu terjadi, seseorang telah menarik tubuhnya untuk menjauhi ulat tersebut sehingga semburan itu tidak jadi mengenai dirinya.
Khazayn sama sekali tidak tahu siapa orang yang menariknya. Yang jelas saat ini dia merasa limbung. Khazayn berusaha untuk tetap menjaga kesadarannya, sementara api penyembuh didalam dirinya bekerja. Sampai tubuhnya benar-benar pulih. Namun sepertinya hal itu belum sempat terjadi, karena dalam waktu beberapa menit saja pandangan Khazayn berubah gelap.
Khazayn pingsan tak sadarkan diri akibat sungut ulat gemuk itu dan juga banyak luka akibat serangan Erios.
"Gawat !! Khazayn tidak sadarkan diri. Erios pasti memanfaatkan hal ini untuk menghabisinya. Aku harus melarikannya sebelum Erios datang untuk membunuhnya," gumam Alexis sembari menatap tubuh Khazayn yang terkapar ditanah. Dia berpikir keras untuk menjauhkan Khazayn dari medan pertempuran. Jika Khazayn tetap disana maka nyawanya tidak akan tertolong. Banyak mahkluk mengerikan yang mengincarnya. Dan perjuangan mereka akan sia-sia. Alexis tak ingin hal itu sampai terjadi.
Namun baru saja Alexis ingin membopong nya, dan membawa Khazayn sejauh mungkin dari jangkauan Erios. Sosok iblis menyeramkan itu telah berdiri dihadapannya. Alexis terjingkat kaget. Ternyata Erios sudah menduga niat Alexis untuk melarikan Khazayn sejak tadi.
Sial! iblis ini sudah tahu rencanku. Bagaimana caraku menyelamatkan Khazayn kali ini.
"Mau kau bawa kemana darah abadiku !!" Ucap Erios dengan memajukan tangannya, membuat Alexis terhuyung kebelakang akibat dorongan angin kencang yang diciptakan Erios untuk membuat tubuhnya terpelanting jauh. Alexis terbatuk-batuk sembari memegangi dadanya. Menatap Erios dengan penuh peringatan.
"b******k !! Jangan sentuh dia iblis keparatt !!"
Alexis merengsek maju ingin menerkamnya. Namun saat tinggal beberapa kaki saja, Erios menahannya dengan ular yang dia keluarkan dari tangannya. Hingga Alexis tak siap dengan serangan mendadak itu. Seekor ualr besar yang begitu mengerikan. Ular itu melilit leher Alexis sehingga membuat Alexis tercekik, kesulitan untuk bernafas. Alexis meronta-ronta dan terus berusaha melepaskan lilitan ular itu, namun upayanya sia-sia. Ular itu melilit lehernya dengan erat serta suara desisan yang siap mematuknya.
Untungnya Miki segera membantu Alexis dengan menjinakkan ular itu. Hanya sebuah mantra yang keluar dari mulutnya. Kini ular itu melepaskan lilitannya dileher Alexis. Alexis langsung ambruk ditanah dengan terbatuk-batuk sembari memegangi lehernya yang terasa kebas dan nyeri. Hampir saja Alexis mati akibat ular itu.
Dengan kemampuan Miki. Kini ular itu menyerang balik kepada tuannya, ingin melakukan hal yang sama. Namun Erios yang luar biasa hebat tidaklah merasa takut sedikitpun. Hanya dengan mengeluarkan serpihan kristal dari tangannya, ular itu langsung terbelah menjadi beberapa bagian. Pandangan Erios kini beralih pada Zara yang bersiap untuk menyerangnya.
Dengan seringai sinting yang terukir diwajahnya. Kini Erios menghadapi Zara dengan cara yang sama. Membuat wanita itu terpelanting dan mengeluarkan darah dari mulutnya, bahkan sebelum Zara menyentuhnya. Kekuatan dahsyat Erios itu dia dapatkan tentunya dari Robert Kenshington. Yaitu ayah dari Zara sendiri. Dengan menghisap darahnya, kini Erios memiliki kekuatan super itu.
Dan sekarang tujuannya tinggal satu. Meminum darah ibu dan anak yang memiliki darah yang akan membuatnya menjadi abadi. Dengan hal itu Erios tidak akan terkalahkan. Semua mahkluk akan tunduk padanya. Dia akan menjadi abadi dan tak terkalahkan. Menguasai dimensi kegelapan.
Zara segera bangkit. Pedangnya yang terlempar jauh, kini melesat kembali ketuannya. Dengan gerakan secepat mungkin Zara ingin meraih d**a Erios untuk menancapkan pedangnya disana. Namun hal itu sepertinya sangat sulit. Karena belum sempat Zara menyentuhnya, Erios telah kembali membuatnya terlempar jauh. Kali ini tubuh Zara menabrak sebuah pohon besar yang ada disana. Dan ketika dia ambruk, kepalanya terbentur oleh ujung batu besar yang ada disana. Darah segar mengalir didahi Zara. Kepalanya terasa pening, Namun Zara tak ingin berdiam diri terlalu lama.
"Hahahah ...
Sayang sekali darahmu terbuang sia-sia. Aku akan membantumu untuk menyesapnya.
Sampai habis tak tersisa.
Hahahah ...."
"Hanya dalam mimpimu, Iblis k*****t !!"
Suara tawa yang tadinya mengerikan, kini langsung terhenti. Saat mendengar suara yang cukup familiar dari belakang tubuhnya. Gelombang energi yang begitu kuat, dan sangat mencolok. Erios sempat menegang sampai akhirnya dia berbalik untuk memastikan. Matanya membelalak saat mengetahui siapa yang berucap. Erios sedikit bergetar dan tak percaya dengan apa yang terjadi.
Zara sendiri mencoba mengangkat wajahnya, karena sangat mengenali suara itu. Suara berat yang sangat dia rindukan. Suara yang sangat dia harapkan selama berpuluh-puluh tahun lamanya. Mata Zara berbinar, senyuman hangat mengembang dan terukir indah diwajahnya, saat melihat siapa pemilik suara itu.
Dan kini, dia sangat yakin kemenangan pasti ada ditangan mereka. Zara merasa dunianya berhenti seketika. Matanya menatap haru.
"Bersiaplah untuk mati !!"