KEHIDUPAN DAMAI

1007 Words
Ketika sang raja iblis mati. Dimensi mereka telah kembali seperti semula. Cahaya matahari yang tidak begitu terik. Serta udara yang terasa lembab. Tidak ada lagi awan hitam yang menyelimuti. Dan juga para kaum Florence. Mereka telah kembali seperti semula. Dan melakukan aktivitas seperti biasa. Kedamaian disana terasa sangat indah. Namun meski begitu. Pikiran Khazayn masih tidak bisa dari wanitanya. Serafina ... Sedang apa wanita itu saat ini? Pikirnya. Meski dia sudah berusaha melupakan gadis itu. Namun tetap saja hatinya bertolak belakang dengan keinginannya. Dan hal itu tidak luput dari perhatian ibunya. "Kau telah melakukan yang terbaik, Khazayn. Ibu bangga padamu," ucap Zara menepuk pundak anaknya. "Aku senang dimensi ini kembali damai." "Semua itu karena dirimu. Dan maaf ... Karena hal ini membuatmu harus mengorbankan cintamu. Ibu ikut menyesal untuk hal itu," Zara menatapnya penuh kelembutan. "Tidak perlu begitu, ibu. Mungkin ini sudah takdir kita. Mahkluk seperti kita memang tidak bisa disatukan dengan manusia biasa." "Siapa bilang mahkluk penghisap darah seperti kita tidak bisa disatukan dengan manusia?" Sontak Khazayn dan Zara menoleh kesumber suara yang sangat familiar itu. Terlihat Zach, yang diikuti Rebecca dibelakangnya sedang menghampirinya. "Ayah? Apa maksudmu?" Khazayn menatapnya bingung. "Kenapa kalian membicarakan hal seperti itu, Khazayn. Apa selama berada di dimensi manusia kau telah jatuh cinta pada wanita disana?" Khazayn tidak menjawab. Namun meski begitu, dari raut wajah putranya. Zach sudah tahu jawabannya. "Ketahuilah, bahwa hal itu bisa dilakukan," "Apa maksudmu ucapanmu, Zach? Sudah jelas Khazayn mencintai manusia biasa. Mereka tidak akan bisa bersama. Manusia itu tidak akan mampu menampung keturunan kita. Bahkan belum sempat hal itu terjadi, ketika penyatuan mereka. Maka si manusia akan mati. Dia tidak akan bisa menjadi seperti kita," sela Rebecca padanya. "Manusia itu memang tidak akan bisa menjadi seperti kita. Tapi ... Kita bisa menjadi seperti mereka !" "Apa?" "Ya, Khazayn. Jika kau mau. Kau bisa menjadi manusia biasa. Aku pernah membaca hal ini di buku silver milik kakekmu. Dan nenek moyang kita sudah ada yang melakukannya. Tapi ..." "Tapi apa?" "Jika ritual itu berhasil dilakukan. Maka seluruh kekuatanmu akan hilang. Bahkan darah abadi yang mengalir dalam dirimu tidak akan berfungsi lagi. Semuanya akan lenyap. Kau akan menjadi manusia normal. Yang akan Tua dan mati." ucap Zach menjelaskan semua yang dia ketahui. "Ini konyol. Jika Khazayn melakukan hal itu, lalu bagaimana dengan kerajaan Florence. Kerajaan ini butuh pemimpin, Zach !" "Aku masih hidup, Rebecca. Kerajaan ini akan tetap berdiri tegak." Sela Zach. Khazayn nampak berpikir sejenak. "Bagaimana cara melakukannya, ayah?" Tanyanya kali ini dengan kesungguhan. "Caranya cukup sulit. Dan tidak semua orang bisa melakukannya. Hal ini juga beresiko Kematian, Khazayn. Sebab itulah, kakekmu merobek halaman tentang hal ini. Namun dengan keberuntunganku, aku menemukan lembaran yang telah dia robek. Dan kusambungkan kembali di buku silver nya. Kau akan merasakan sakit yang teramat dahsyat, ketika penyihir melakukan ritualnya. Sesuatu didalam tubuhmu akan diambil secara paksa. Bukan itu saja. Kau akan menderita kehausan akan darah yang semakin meningkat. Hal itu disebabkan karena seluruh organ tubuh mu akan dinetralkan. Sehingga jika ritual itu berhasil, kau tidak akan pernah menginginkan darah lagi. Selamanya." Khazayn tertegun mendengarnya. Sejenak, dia ragu dengan keputusan itu. Namun bukankah ini kesempatan yang bagus. Dia bisa menjadi manusia dan bersama Serafina kembali. "Aku bersedia melakukannya, ayah." "Apa kau yakin?" "Aku yakin." **** Mereka kini telah berkumpul di tengah kobaran api keunguan. Yang mana api itu akan dijadikan bahan ritual. Dan sebuah pisau perak, sebagai bahan utamanya. Sedangkan yang akan melakukan nya, adalah Century. Satu-satunya penyihir diantara mereka. "Khazayn. Pikirkan kembali. Jika kau melakukan hal ini, maka kekuatanmu akan hilang. Kau akan menjadi lemah Khazayn !" ucap Rebecca menekannya. Khazayn menyentuh kedua bahu Rebecca dan berucap lembut padanya. "Jangan risau, bibi. Aku tidak akan selemah kutu. Aku pasti bisa melakukannya." Dibawah sinar bulan merah. Khazayn melucuti semua pakaiannya dan bersiap untuk melaksanakan ritualnya. Seluruh keluarga kerajaan ikut menyaksikan bagaimana Khazayn menjalani ritualnya. Ketika ritual itu dilaksanankan. Udara disana mulai terasa panas. Menusuk hingga sampai ketulang. Sementara Khazayn mulai berteriak kesakitan. Zara yang tidak sanggup menyaksikan itu, langsung berbalik meninggalkan nya. Begitu juga dengan para wanita yang lainnya. Yang tersisa hanyalah Zach, Alger, dan kedua putranya. Mereka menyaksikan dengan jelas. Bagaimana Khazayn menderitanya mencoba mengubah wujud menjadi manusia. Setelah ritual pertama selesai. Khazayn dimasukan kedalam sebuah peti. Dia akan bersemedi didalam sana sampai haus darahnya hilang dan juga tubuhnya berubah menjadi manusia normal. "Semuanya sudah selesai. Kita tinggal menunggu Khazayn bangkit sebagai manusia biasa. Atau ... Mati." ucap Century. Mereka semua hanya mengangguk. Meski hal seperti ini langka dan sangat berbahaya. Namun mereka tidak bisa berbuat apapun. Bagaimana pun juga, Khazayn berhak memilih kebahagiaan nya. Dia sudah berkorban banyak untuk dimensi ini. Dan sekarang ... Saatnya Khazayn memilih hidupnya. Dia menolak semua yang berhubungan dengan kekuasaan. Bahkan tanduk kerajaan dia tolak mentah-mentah. Demi wanita yang dia cintai. **** "Kenapa kau beri tahu Khazayn. Tentang hal ini. Bagaimana jika ini tidak berhasil. Bagaimana jika Khazayn mati?" ucap Zara disela isakkanya. Bagaimana pun perasaan nya ikut hancur melihat anaknya menderita seperti itu. "Tenanglah Zara. Semuanya akan baik-baik saja. Kau tahu kenapa aku melakukan semua ini. Itu karena aku melihat ketulusan dan kesungguhan dimatanya. Khazayn mencintai manusia itu terlalu dalam. Dan kita tidak bisa mencegahnya. Aku yakin wanita itu bukanlah wanita biasa. Dia pasti memiliki keistimewaan yang tidak akan Khazayn dapatkan pada wanita lain," "Tapi tetap saja. Ini berbahaya. Aku sangat khawatir padanya." "Tenanglah. Khazayn adalah mahkluk yang kuat. Dia tidak akan terkalahkan. Meski dia berhasil menjadi manusia. Dia akan tetap kuat secara fisik. Meski tidak memiliki sihir sedikitpun." Zach melakukan banyak cara membujuk istrinya agar tenang dan berpikir dari sudut pandang nya. Membuat Zara yakin, bahwa kekuatan yang sebenarnya tidak memerlukan sihir seperti apapun. Meski sulit. Pada akhirnya Zara pun hanya pasrah. Tidak ada yang bisa dia lakukan. Dia hanya berharap agar Khazayn baik-baik saja. Dan berhasil mencapai apapun yang dia inginkan. Zach membawa tubuh Zara kedalam pelukannya. Dia merindukan saat-saat seperti ini. Berdua dengan sang istri di keheningan malam. Namun situasi nya berbeda sekarang. Saat ini, Zara dilanda kecemasan hebat pada putranya. Sementara Zach sendiri sangat yakin, bahwa Khazayn bisa melewati ini dengan mudah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD