Bab 30 : Perjalanan Tanpa Akhir Di Mulai ! (2)

1063 Words
Perjalanan Tanpa Akhir Di Mulai ! (2) = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = = Sehari telah berlalu ketika mereka mulai berjalan keluar dari gerbang kota Hurtg. Menilai deri kecepatan berjalan keduanya, diperkirakan bahwa mereka akan segera memasuki kedalaman hutan Eldegard. Semakin berjalan semakin sedikit cahaya matahari yang dapat menyentuh kedalaman hutan ini. Sesekali mereka melihat sekawanan serigala agresif mengelilingi mereka dengan ekspresi kelaparan dan air liur yang menetes. Namun mereka segera berlari ketika Zatras mulai melempari mereka dengan batu yang dia ambil sepanjang perjalanannya. Dia melepar batu itu dengan dilapisi aura tipis sembari tertawa melihat sekawanan serigala itu lari terbirit-b***t. Penerapan aura tidak hanya pada objek yang digenggam oleh seorang kesatria. Terkadang terjadi kasus seperti Zatras. Kesatria kelas tinggi dapat mempertahankan aura pada objek yang tidak dalam genggamannya seperti batu yang dilemparkannya. Namun hal ini membutuhkan penguasaan ekstrim dari karakteristik aura tersebut. Awalnya aura tidaklah dimiliki semua kesatria, namun secara tidak sengaja dibangkitkan oleh seorang kesatria yang bertarung berdampingan dengan para inkarnasi suci. Obsesi dirinya terhadap penguasaan pedang dan tingkat keterampilannya yang tinggi menjadikannya secara tidak sadar menguasai aura. Ketika Terd pertama kali menggunakan aura dia dengan mudah menebas ratusan iblis seperti pisau panas memotong mentega. Tidak dapat dihentikan dan kejam menjadikannya bagai dewa yang turun membantai para iblis. Bersamaan dengan eksistensi yang hebat mulai muncul masyarakat yang mendewakannya. Ini adalah hal yang lumrah ketika muncul harapan bagi umat manusia mereka akan mendewakannya. Namun sebelum Terd menjadi Dewa yang baru dia dibunuh oleh Raja Iblis Obelisk. Ini adalah cerita klasik tentang munculnya pengguna Aura dibenua Myeol. Meminjam unsur dari alam untuk melapisi semua objek yang digenggamnya membuat aura tampak praktis untuk digunakan, namun tidak semua orang dapat menguasainya. Hanya beberapa orang yang dapat menguasai Aura dan hanya beberapa saja yang bisa meningkatkan penguasaan aura ketingkat ekstrim. Salah satunya adalah Zatras. Dengan bakat dan kecintaannya terhadap seni berpedang, dia dapat menguasai Aura dilevel ekstrim ketika pelariannya dari kekaisaran. Berkat ini kekuatannya tidak dapat diukur oleh kaisar dan beruntung bahwa yang mengejarnya hanyalah Korps khusus kesembilan. Mereka akan langsung tertangkap jika itu Korp khusus pertama atau kedua. Menguasai Aura bukanlah hal yang mudah bagi Arden. Mulai dari hari pertama dia berlatih hingga saat ini dia masih tidak dapat mengeluarkan setitik aura pada objek yang digenggamnya. Lupakan melapisi pedang dengan aura, bahkan dia tidak dapat membayangankan aura. Dia hanya terus mengikuti arahan dari Zatras dan mencoba yang terbaik. Hal ini membuatnya lebih mudah lelah karena harus terus menggunakan konsentrasi tinggi dalam memahami eksistensi dari aura itu sendiri. Eksistensi aura adalah kekuatan alam yang dipinjam dari sekitarnya untuk memperkuat serangan pedang dan terkadang digunakan untuk melindungi tubuh dari serangan sihir. Tergantung keterampilan penggunaan aura, seorang kesatria dapat membunuh high magician atau terbunuh oleh Wizard dalam sebuah pertarungan. Pengejaran Golgoda membuat Zatras merasa perlu sesegera mungkin untuk mengajari Arden tentan aura, namun tidak semudah itu untuk menguasai aura tanpa memahami unsur alam. Bahkan dengan bakatnya perlu waktu setidaknya 2 tahun untuk memahami alam dan unsurnya. Berkat renungan ini, muncul ide bagi Zatras untuk membawa Arden berlatih diwilayah para Druids. Druids sangat terobsesi dengan alam dan cendrung susah untuk ditemui karena mereka membenci para manusia yang suka merusak alam. Tidak jarang timbul konflik akibat pembangunan sebuah kota. Bahkan terkadang terjadi perang gerilya antara kekaisaran dan para Druids. Hal ini yang menjadikan Druids sebagai musuh kekaisaran dan membuat mereka menyembunyikan diri mereka didalam hutan Eldegard yang tidak tersentuh manusia. Bagi para Druids hutan Eldegard adalah surge mereka. Puluhan monster dan beberapa suku elf bersembunyi dikedalaman hutan ini tanpa campur tangan perusak dari makhluk yang disebut manusia. Para druids berspesialisasi dibidang alam, karenanya mungkin menjadi kesempatan bagus jika Zatras membawa Arden kepada para druids untuk berlatih pemahaman tentang alam. Karena alam itu sendiri merupakan unsur yang misterius yang telah ada bahkan sebelum para dewa lama menunjukkan eksistensinya. Semakin tidak terjamah, semakin kuat unsur alam disekitarnya dan semakin banyak druids yang tinggal disana. Bermodalkan teori lama dari akademi kekaisaran inilah yang memberikan ide kepada Zatras untuk membawa Arden kedaerah yang tidak terjamah. Lebih jauh kedalam hutan Eldegard bahkan hampir memasuki wilayah iblis. Karena pemisah inilah para iblis tetap tenang setelah kekalahan raja iblis Obelisk. Para druids ada didalam pemisah ini untuk tetap menjaga keseimbangan alam dan mencegah perang yang hanya akan merusak tempat tinggal mereka. Inilah hal yang terbaik yang dapat dilakukan para Druids. “Ayo anak nakal percepat langkahmu dan tingkatkan konsentrasimu. Mungkin kau harus tetap mencoba mengeluarkan aura dari apa yang kau pegang sewaktu tidur hahaha.” Zatras kembali menggoda Arden yang terlihat berusaha keras untuk berkonsentrasi. Dia mempercepat langkahnya untuk masuk lebih jauh kedalam hutan Eldegard. Untuk memasuki tengah hutan eldegard diperlukan perjalanan selama 10 sampai 14 hari dan perlu waktu sebulan hingga 40 hari untuk mencapai wilayah iblis. Karena jarak inilah mereka perlu setidaknya berjalan sekitar 20 hari untuk dapat mencari keberadaan para druids tersebut. Seberapa lama perjalan ini akan berlangsung tidak dapat diprediksi oleh Arden. Dia hanya terus berlari untuk menyelamatkan hidupnya.  Bagi Zatras perjalanan ini adalah untuk melihat hal-hal yang luar biasa sebelum kematiannya. Ini menjadi cita-citanya ketika dia kecil untuk melihat dunia yang lebih luas tanpa berada dalam tekanan dan kekangan seseorang. Zatras tidak bersedih ketika harus menjadi buronan kekaisaran untuk melihat dunia yang dia cita-citakan. Hal yang membuatnya bersedih adalah tentang keluarganya, namun dia telah menyerah untuk membalaskan dendam dan hanya memendam jauh perasaan marahnya. Tidak mungkin bagi seseorang untuk melawan sebuah kekaisaran. Dia hanya bisa berharap runtuhnya kekaisaran Archorn secara perlahan dan tidak pernah berpikir sekalipun untuk membuat Arden menjadi musuh kekaisaran. Namun takdir yang pada akhirnya akan menentukan jalan hidup Arden. Sekali lagi harapan Zatras yang telah lama mati kembali membara, dendam yang telah lama tertidur kembali terbangun dan kemarahan yang mereda kembali menyala. Membuat seorang monster tidaklah buruk. Kekuatan inkarnasi dari Atershanel yang belum terbangun dan semua ilmu berpedangnya akan menjadi jalan menuju masa-masa suram kekaisaran Archorn. Dia tidak sabar menyaksikan runtuhnya kekaisaran Archorn di tangan monster disebelahnya. "Menurutmu, apa kita bisa melakukannya, Bocah? Apa Kau yakin akan hal ini? Archorn mungkin benar-benar akan tamat kali ini." Zatras menepuk pundak Arden, dia menatap lurus ke depan, tapi tak ada yang pernah tau apa hal yang ada di dalam pikiran pria itu. * * * * * T B C * * * * *  Kev Readers, saya nggak bacot hari ini. Selamat membaca, hehehe . . .
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD