"Dimana aku?" tanya Inara dalam hati sembari memegang kepalanya yang terasa berat. Wanita itu mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan yang serba putih. Aroma obat pun terasa menyengat di indera penciumannya. "Sepertinya aku ada di rumah sakit," ujarnya bermonolog. Sebuah jarum infus menancap di tangan kirinya. Hari sudah gelap. Sepertinya Inara pingsan cukup lama. "Apa yang terjadi?" tanyanya dalam hati. Wanita itu mulai mengingat-ingat kejadian terakhir sebelum dia pingsan. Dia pun teringat kalau tadi tengah mengemudikan mobil yang kecepatan tinggi dan akhirnya menabrak sebuah pohon di pinggir jalan karena menghindari mobil dari arah berlawanan. Ruangan tampak sepi, hanya seorang lelaki sedang duduk di kursi yang ada di samping brankar tempatnya dirawat sembari meletakkan kepala tepa

