"Bagaimana keadaan Inara, Bi? Kenapa dia bisa kritis sedangkan kamu baik-baik saja?" tanya Umi Hanik begitu sampai di depan ruang IGD Rumah Sakit Pelita Medika. "Umi, tenang dulu. Kita duduk dulu baru dengar cerita Abi," ucap Kiai Ammar sembari mengusap lengan sang istri yang sudah sangat panik. "Semua ini salah saya. Seandainya saya tidak membiarkan Inara menyetir sendiri, pasti kejadian ini tidak akan pernah ada," sesal Abi membuat Kiai Ammar dan Umi Hanik terkejut. "Menyetir sendiri? Memangnya kamu ke mana, Bi?" tanya Umi Hanik heran. Setahunya, Abi dan Inara tadi berangkat bersama. "Kamu tidak perlu menyalahkan diri sendiri, Bi. Semua sudah takdir Allah. Sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi," sela Kiai Ammar menengahi. Lelaki paruh baya itu tidak ingin sang istri memojokk

