“Aku tidak sepenuhnya percaya denganmu Tuan Singa. Kau selalu lepas landas. Jadi, apa salahnya jika aku jaga diri.” Ucap Elvrince tajam. Dreyhan memutar bola matanya asal saat kata keramat harus keluar lagi dari mulut Elvrince. Memang benar sih, jika ia sering lepas landas. Tapi akalnya seratus persen sehat. Ia tahu jika hubungannya ini masih bergantung dipohon pinus. Belum benar-benar resmi jika belum bertemu dengan kedua orang tua Elvrince. Hanya untuk Elvrince ia akan terus bersabar. Tidak ada yang perlu di risaukan, Elvrince telah berada dipangkuannya. “Baiklah. Aku mengalah.” Ucap Dreyhan akhirnya dengan menjatuhkan bahu. Elvrince tersenyum manis lalu mengecup pipi Dreyhan. Melihat Dreyhan bermuka masam karena ancaman adalah hal yang menggelikan untuknya saat ini. Ia melingkarkan

