Napas Regan menderu kencang, memburu di udara kamar yang terasa makin panas dan bergelora. Rasa panas yang membakar seluruh tubuhnya sudah tidak bisa lagi diredam oleh sekadar remasan di d**a. Keangkuhan dan pertahanan diri yang ia banggakan selama ini runtuh tak berbekas, tergantikan oleh insting alami seorang pria jantan yang menuntut pemuasan penuh atas gairah yang sudah melonjak ke ubun-ubun. Dengan gerakan cepat yang didorong oleh gairah liar, Regan bangkit berdiri tegak di samping ranjang. Jemari kekarnya bergerak gesit melepas sabuk kulit mewahnya, menarik celana bahan kain serta celana dalamnya turun hingga batas lutut. Dalam kegelapan remang kamar suite tersebut, kejantanannya yang sudah menegang sempurna teracung keras, memperlihatkan ukuran dan ketegangan yang teramat mengintim

